Tutup
Regulasi

5 Saham Liquidity Provider di BEI yang Wajib Anda Pantau

90
×

5 Saham Liquidity Provider di BEI yang Wajib Anda Pantau

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengimplementasikan skema *Liquidity Provider* saham sebagai upaya strategis untuk meningkatkan efisiensi dan likuiditas perdagangan di pasar modal. Pada tahap perdana, program ini telah diterapkan pada lima saham emiten, yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk. (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk. (WINS).

Phintraco Sekuritas menjadi perusahaan sekuritas pertama yang menjalankan peran sebagai penyedia likuiditas dalam program ini. Kehadiran *Liquidity Provider* bertujuan untuk mempersempit selisih harga jual dan beli (*bid-ask spread*), menambah kedalaman pasar, serta memudahkan investor dalam mengeksekusi transaksi.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menegaskan bahwa partisipasi aktif anggota bursa sangat krusial untuk memperbaiki kualitas pembentukan harga di pasar saham nasional.

“BEI mengapresiasi komitmen Phintraco Sekuritas. Kami berharap langkah ini dapat mendorong peningkatan likuiditas, terutama pada saham-saham yang memiliki potensi berkembang lebih optimal,” ujar Irvan, Senin (20/4/2026).

Pihak BEI optimistis bahwa keterlibatan lebih luas dari anggota bursa akan menentukan efektivitas program ini ke depan. Keberhasilan tahap awal diharapkan menjadi katalis positif yang mendorong pelaku pasar lain untuk ikut serta, sehingga ekosistem perdagangan di Indonesia menjadi lebih likuid, kredibel, dan berdaya saing.

Sebagai langkah penguatan struktur pasar, BEI akan melakukan evaluasi berkala terhadap implementasi program tersebut. Selain itu, otoritas bursa menyiapkan skema insentif bagi anggota bursa yang berpartisipasi aktif guna mendukung pendalaman pasar modal agar semakin menarik di mata investor regional maupun global.

Bagi investor yang ingin memantau daftar saham yang masuk dalam skema *Liquidity Provider*, informasi terkini dapat diakses melalui kanal resmi BEI.

*Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi bukan menjadi tanggung jawab pihak media.*

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Sejumlah tantangan masih menyelimuti kinerja emiten konstruksi di tahun 2026, baik itu emiten BUMN karya maupun swasta. Pada tahun 2025, kinerja emiten konstruksi swasta tampak lebih unggul dibandingkan BUMN karya. Tengok saja, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) membukukan pendapatan Rp 3,90 triliun, naik 26,35% dibandingkan Rp 3,08 triliun pada tahun sebelumnya. Lonjakan pendapatan tersebut turut mendongkrak laba bersih…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Anak usaha PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui Star Energy Geothermal Wayang Windu Ltd (SEGWWL) yakni Star Energy Geothermal berhasil meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Penghargaan ini diperoleh sebagai pengakuan atas kinerja lingkungan yang melampaui kepatuhan dan kontribusi terhadap kesejahteraan sosial secara berkelanjutan. Presiden Direktur Barito Renewables Energy dan Grup CEO Star…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan ke level 7.634 pada pekan lalu, naik 2,35%. Meski demikian, aliran dana asing masih mencatatkan aksi jual bersih SumbarSumbarbisnis.com sell sebesar Rp 2,4 triliun yang didominasi sektor perbankan. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi mengatakan, pergerakan pasar masih sangat dipengaruhi oleh dinamika global, terutama ketegangan geopolitik di Timur Tengah….

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), arah suku bunga acuan yang diperkirakan tetap stabil dinilai menjadi sentimen positif bagi sektor perbankan. Kondisi ini membuka ruang bagi perbaikan transmisi kebijakan moneter sekaligus meredakan tekanan margin bunga, yang berpotensi mendorong pemulihan kinerja saham bank. Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan…