Tutup
Regulasi

Win&Co Group Kantongi Restu Terbitkan 10,67 Miliar Saham Baru

82
×

Win&Co Group Kantongi Restu Terbitkan 10,67 Miliar Saham Baru

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (IDX: COCO) resmi mendapat persetujuan pemegang saham untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 10,67 miliar saham baru melalui skema *rights issue* atau Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD III).

Keputusan strategis ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung di Jakarta, Jumat (17/4). Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur modal dan mengakselerasi rencana ekspansi bisnis perseroan.

Penerbitan Saham dan Waran
Saham baru tersebut akan diterbitkan dengan nilai nominal Rp100 per lembar. Sebagai daya tarik tambahan bagi investor, emiten pengolah cokelat ini juga akan memberikan waran sebanyak maksimal 35 persen dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh.

Direktur Utama Win&Co Group, Sugianto Soenario, menyatakan bahwa persetujuan ini menjadi momentum krusial bagi perusahaan untuk memasuki fase pertumbuhan yang lebih agresif.

“Persetujuan ini mencerminkan keyakinan pemegang saham terhadap strategi transformasi yang kami jalankan. Langkah ini menjadi landasan untuk mempercepat ekspansi secara terukur,” ujar Sugianto.

Kinerja Penjualan yang Meningkat
Optimisme perseroan didukung oleh perbaikan kinerja operasional yang signifikan. Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, Win&Co Group mencatat lonjakan penjualan pada kuartal IV-2025 sebesar 40 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pencapaian tersebut dipicu oleh penguatan pada segmen *business-to-business* (B2B), khususnya produk kakao olahan dan bahan baku. Selain itu, inovasi varian produk ritel berbasis cokelat serta kolaborasi strategis turut memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan perusahaan.

Prospek Industri Kakao Global
Perseroan juga optimistis menatap masa depan seiring dengan proyeksi pertumbuhan pasar kakao dan cokelat global yang diprediksi mencapai CAGR sekitar 4,9 persen hingga 2034. Di pasar domestik, permintaan bahan baku kakao diperkirakan tumbuh sekitar 6 persen hingga 2031.

Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya konsumsi produk cokelat, ekspansi industri makanan dan minuman, serta tren premiumisasi produk. Apalagi, Indonesia saat ini telah mengukuhkan posisinya sebagai produsen olahan kakao terbesar keempat di dunia.

Ke depan, Win&Co Group akan fokus pada penguatan sektor kakao olahan dan bahan baku, pengembangan produk konsumen, hingga rencana akuisisi strategis.

“Strategi ini diharapkan mampu memperkuat posisi kami sebagai pemain signifikan di industri kakao serta meningkatkan daya saing, baik di pasar nasional maupun internasional,” pungkas Sugianto.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini (21/4/2026), seiring meningkatnya kembali tensi geopolitik global. Pada Senin (20/4/2026), IHSG ditutup melemah 0,52% ke level 7.594,11. Indeks sempat menguat di awal sesi, namun berbalik melemah hingga akhir perdagangan. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan,…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) belum berhasil kembali ke level Rp 7.000. BBCA menutup perdagangan Senin (20/4) dengan menguat 0,78% atau naik 50 poin ke level Rp 6.475 per saham. Jika ditarik lebih jauh, saham bank berlogo bunga cengkeh itu sudah terkoreksi 19,81% secara year to date. Anjloknya saham BBCA turut menjadi pemberat bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dengan pelemahan yang hampir 20% itu, BBCA…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Sejumlah tantangan masih menyelimuti kinerja emiten konstruksi di tahun 2026, baik itu emiten BUMN karya maupun swasta. Pada tahun 2025, kinerja emiten konstruksi swasta tampak lebih unggul dibandingkan BUMN karya. Tengok saja, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) membukukan pendapatan Rp 3,90 triliun, naik 26,35% dibandingkan Rp 3,08 triliun pada tahun sebelumnya. Lonjakan pendapatan tersebut turut mendongkrak laba bersih…