Tutup
Regulasi

BI Rate Naik ke 5,25%, Danamart Yakin Minat Investasi Urun Dana Stabil

97
×

BI Rate Naik ke 5,25%, Danamart Yakin Minat Investasi Urun Dana Stabil

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) ke level 5,25% diprediksi memengaruhi preferensi investor yang kini cenderung melirik instrumen investasi dengan profil risiko rendah, seperti produk perbankan. Kendati demikian, platform urun dana atau *securities crowdfunding* PT Dana Aguna Nusantara (Danamart) tetap optimistis minat investor terhadap pendanaan sektor riil tidak akan surut.

Head of Marketing Communication Danamart, Cindera Hegawan, menyatakan bahwa instrumen urun dana memiliki daya tarik unik karena memberikan akses langsung ke proyek sektor riil dengan imbal hasil yang lebih kompetitif dibandingkan produk perbankan konvensional.

“Hingga saat ini, proyek-proyek urun dana masih memiliki daya tarik tersendiri bagi investor yang mencari diversifikasi investasi di sektor riil,” ujarnya.

Menurut Cindera, investor di Danamart kini semakin selektif. Mereka tidak hanya melihat tingkat keuntungan, tetapi juga mempertimbangkan kualitas *underlying* proyek, transparansi, struktur pendanaan, serta dampak ekonomi dan sosial dari bisnis yang didanai.

Untuk menjaga kepercayaan investor di tengah kebijakan moneter yang ketat, Danamart memperkuat strategi mitigasi risiko. Langkah yang diambil meliputi kurasi proyek yang lebih selektif, pemantauan berkala, serta peningkatan transparansi pelaporan bagi para investor. Fokus utama perusahaan adalah menghadirkan proyek dengan arus kas (*cash flow*) yang terukur dan struktur pembayaran yang terproteksi.

Terkait imbal hasil, Danamart menyesuaikan besaran keuntungan berdasarkan profil risiko, tenor, dan kemampuan arus kas masing-masing penerbit. Saat ini, imbal hasil yang ditawarkan di platform tersebut masih tergolong kompetitif, yakni berkisar antara 16% hingga 20% per tahun secara *gross*.

Hingga akhir Mei 2026, Danamart mencatatkan total penyaluran dana lebih dari Rp158 miliar. Platform ini kini didukung oleh 11.305 investor terdaftar dengan lebih dari 50 penerbit yang telah bergabung. Sektor *green economy* atau ekonomi hijau tercatat menjadi sektor yang paling dominan dalam menarik pendanaan selama beberapa bulan terakhir.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Rupiah spot ditutup pada level Rp 16.805 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Senin (1/6/2026), rebound 0,43% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp 17.881 per dolar AS. Di Asia, rupiah menguat bersama rupee India dan yuan China. Rupiah menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia yakn i 0,43%, disusul rupee yang menguat 0,01% dan yuan China yang menguat 0,01% terhadap dolar AS. Sedangkan mayoritas…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas spot sempat terkoreksi. Namun, investor perlu mempertimbangkan karakteristik masing-masing produk sebelum berinvestasi, baik emas batangan maupun emas digital. Berdasarkan data Trading Economics pada Senin (1/6) pukul 11.50 WIB, harga emas spot berada di level US$ 4.511 per ons troi. Posisi tersebut turun 1,15% dalam sepekan dan terkoreksi 0,15% dibandingkan satu bulan sebelumnya. Di pasar domestik, harga emas…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp 936,26 miliar atau Rp 20 per saham untuk tahun buku 2025. Nilai dividen per saham ini menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir, meski KLBF mencatatkan pertumbuhan laba bersih 13,09% secara tahunan (YoY) menjadi Rp3,66 triliun. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, kebijakan dividen tersebut masih…