NEW YORK – Wall Street mengawali perdagangan bulan Juni dengan pergerakan yang stabil di dekat level tertinggi sepanjang masa. Optimisme investor terhadap kemajuan kecerdasan buatan (AI) menjadi motor penggerak pasar, sekaligus mampu menahan tekanan akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kenaikan harga energi.
Pada perdagangan pagi waktu setempat, indeks S&P 500 naik tipis 0,02% ke level 7.581,88, sementara Nasdaq menguat 0,15% ke 27.012,14. Di sisi lain, Dow Jones tercatat melemah 0,35% ke posisi 50.855,46.
Sentimen pasar didorong oleh lonjakan saham Nvidia sebesar 4%. Kenaikan ini terjadi setelah perusahaan tersebut meluncurkan chip terbaru hasil kolaborasi tiga tahun dengan Microsoft, yang memungkinkan fitur AI dijalankan langsung pada laptop dan komputer pribadi. Kabar ini turut mendongkrak saham Microsoft sebesar 2,5% dan mendorong indeks sektor teknologi S&P 500 naik 1,5%.
Meski demikian, euforia di sektor semikonduktor tidak merata. Saham Qualcomm, AMD, dan Intel justru mengalami tekanan jual dengan penurunan masing-masing sebesar 6%, 3,1%, dan 4,4%. Sebaliknya, Micron Technology mencatatkan kinerja impresif dengan lonjakan 5,7%, menembus level psikologis US$1.000 per saham untuk pertama kalinya.
Kepala Strategi Ekonomi Annex Wealth Management, Brian Jacobsen, menilai bahwa Nvidia memang berpotensi memperluas pasar komputer AI. Namun, pertumbuhan ini kemungkinan besar akan menggerus pangsa pasar pemain lama, sementara perusahaan chip memori seperti Micron justru diuntungkan sebagai penyedia komponen pelengkap.
Di luar sektor teknologi, investor tetap mewaspadai risiko geopolitik. Harga minyak dunia melonjak sekitar 5% menyusul laporan terhentinya negosiasi antara Iran dan AS terkait konflik di Lebanon. Ketegangan ini memicu kekhawatiran akan kembali meningkatnya inflasi global. Akibatnya, sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berada di zona merah, dengan sektor barang konsumsi non-primer mencatat penurunan terdalam sebesar 2%.
Di sisi lain, sektor perangkat lunak menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Saham ServiceNow melesat 10,7% dan IBM naik 6%. Indeks layanan perangkat lunak secara keseluruhan berhasil menguat 3%, sekaligus menghapus kerugian sejak akhir Januari lalu. Selain itu, saham Taylor Morrison Home Corp melonjak signifikan sebesar 22% pasca kesepakatan akuisisi oleh Berkshire Hathaway senilai US$6,8 miliar.
Ke depan, para pelaku pasar kini tengah menantikan rilis laporan ketenagakerjaan AS pada hari Jumat dan laporan keuangan Broadcom pada hari Rabu. Data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kesehatan ekonomi Amerika Serikat dan arah kebijakan moneter The Federal Reserve.
Pasar saat ini memperkirakan adanya peluang sekitar 70% kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa gejolak di Timur Tengah dapat menjadi katalis inflasi baru yang memaksa bank sentral untuk bersikap lebih ketat.







