Regulasi

BI dan Kemenkeu Siapkan 2 Strategi Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

88
×

BI dan Kemenkeu Siapkan 2 Strategi Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berkomitmen mempererat sinergi fiskal dan moneter guna menstabilkan nilai tukar rupiah yang kini tertekan hingga menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa koordinasi kedua lembaga akan ditingkatkan untuk meredam dampak penguatan dolar AS sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika pasar keuangan global.

“Kami sepakat bahwa sinergi fiskal dan moneter harus seirama dan saling memperkuat. Fokus utama kami saat ini adalah stabilisasi nilai tukar rupiah melalui kewenangan masing-masing,” ujar Perry usai pertemuan di Gedung DPR, Jakarta, Sabtu (6/6).

Terdapat dua strategi utama yang telah disepakati BI dan pemerintah. Pertama, meningkatkan daya tarik imbal hasil investasi guna mendorong kembali aliran modal asing (*capital inflow*) ke pasar domestik. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap arus keluar modal (*capital outflow*) yang dipicu oleh kenaikan suku bunga di berbagai negara.

“Kami sepakat untuk meningkatkan imbal hasil agar portofolio investasi kembali masuk ke pasar saham maupun Surat Berharga Negara (SBN). Ini krusial untuk mendukung stabilitas rupiah,” jelas Perry.

Langkah kedua adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan. Strategi ini dijalankan melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap ditempatkan di Bank Indonesia, dengan penyesuaian remunerasi atau bunga yang dibayarkan BI kepada pemerintah agar operasi moneter tetap efektif.

Senada dengan hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyatakan kesiapannya untuk mensinkronkan kebijakan fiskal agar lebih berdampak signifikan terhadap perekonomian. Pihaknya optimistis bahwa sinergi penuh ini akan memulihkan kepercayaan pasar terhadap mata uang Garuda.

“Jika kebijakan sudah menyatu, kita harapkan kepercayaan pasar kembali meningkat dan rupiah tidak lagi tertekan di level saat ini,” ungkap perwakilan Kemenkeu.

Pemerintah berharap stabilitas nilai tukar yang terjaga dapat memberikan kepastian bagi para pelaku usaha, termasuk sektor kecil dan rumah tangga. Dengan koordinasi yang lebih baik, diharapkan beban ekonomi masyarakat dapat lebih terkendali di tengah ketidakpastian global, sembari tetap menjaga keyakinan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih dalam kondisi yang baik.

Regulasi

Jakarta, IDN Times – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus menerus hingga jatuh di bawah level 6.000 dipengaruhi sentimen negatif terhadap perekonomian dalam negeri. Padahal, menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tumbuh baik. “Jadi kendala utamanya adalah persepsi nega…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Tren pemanfaatan teknologi blockchain terus berkembang, termasuk menghadirkan platform prediksi berbasis aset digital. Salah satu model yang mulai berkembang adalah outcomes market. Ini adalah platform yang memungkinkan pengguna memprediksi hasil suatu peristiwa dan memperoleh imbalan apabila prediksinya tepat. Memanfaatkan konsep tersebut, platform perdagangan kripto global, OKX meluncurkan The Beautiful Game, sebuah…

Regulasi

Jakarta, IDN Times – Bank Indonesia (BI) menyiapkan penyesuaian remunerasi atau bunga yang diberikan kepada pemerintah sebagai bagian dari upaya menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan langkah itu dilakukan melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap ditempatkan di BI. Hal itu disampai…