InvestasiNews

Kepastian Posisi Menkeu Dorong Penguatan Pasar Keuangan Indonesia

139
×

Kepastian Posisi Menkeu Dorong Penguatan Pasar Keuangan Indonesia

Sebarkan artikel ini
ihsg-dan-rupiah-menguat,-kepastian-posisi-menkeu-purbaya-dinilai-jadi-faktor-utamanya
IHSG dan Rupiah Menguat, Kepastian Posisi Menkeu Purbaya Dinilai Jadi Faktor Utamanya

Jakarta – Pasar keuangan Indonesia menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (12/6/2026), dengan catatan impresif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menanjak 2,07 persen ke posisi 6.007,65 dengan total volume transaksi menyentuh Rp21,60 triliun.

Dominasi optimisme terlihat dari pergerakan 615 saham yang menguat, sementara hanya 108 saham yang terkoreksi dan 93 saham lainnya stagnan. Tren positif ini turut merembet ke nilai tukar Rupiah yang sukses menjauh dari level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Mata uang Garuda ditutup menguat signifikan sebesar 128 poin atau 0,71 persen ke level Rp17.860 per dolar AS pada penutupan sesi Jumat. Penguatan ini dinilai sebagai respons pasar terhadap keputusan pemerintah yang tetap mempertahankan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.

Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip), Esther Sri Astuti, menilai langkah istana tersebut memberikan sinyal positif bagi pelaku pasar. Stabilitas di kursi pimpinan kementerian dinilai krusial untuk meredam ketidakpastian kebijakan ekonomi dalam jangka pendek.

“Penegasan status Menkeu Purbaya memberikan kepastian hukum dan arah kebijakan fiskal yang jelas, sehingga investor tidak ragu untuk kembali mengalirkan modalnya ke Indonesia,” ungkap Esther.

Kendati demikian, Esther mengingatkan bahwa penguatan ini jangan membuat pemerintah lengah. Ia menegaskan perlunya pembenahan fundamental ekonomi jangka panjang agar aliran modal asing tetap berkelanjutan.

Terdapat tujuh syarat utama yang menjadi atensi investor global, yakni kepastian hukum bisnis, prospek pasar yang menjanjikan, serta ketersediaan bahan baku. Selain itu, Indonesia juga dituntut memperkuat ekosistem, integrasi rantai pasok global, hingga infrastruktur energi.

Faktor terakhir yang tidak kalah krusial adalah harmonisasi regulasi lintas instansi, baik di pusat maupun daerah. Menurut Esther, pemenuhan tujuh poin tersebut merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas Rupiah dan pasar modal domestik di masa depan.