EkonomiNews

Bahlil Alokasikan Sebagian Besar Anggaran ESDM untuk Infrastruktur Rakyat

149
×

Bahlil Alokasikan Sebagian Besar Anggaran ESDM untuk Infrastruktur Rakyat

Sebarkan artikel ini
bahlil-ajukan-anggaran-kementerian-esdm-2027-sebesar-rp-27,33-triliun,-simak-rinciannya
Bahlil Ajukan Anggaran Kementerian ESDM 2027 Sebesar Rp 27,33 Triliun, Simak Rinciannya

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajukan pagu indikatif sebesar Rp 27,33 triliun untuk tahun anggaran 2027. Usulan ini dipaparkan dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Bahlil menekankan bahwa mayoritas alokasi dana akan diprioritaskan bagi program infrastruktur yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Sebanyak Rp 22,48 triliun atau 82 persen dari total anggaran disiapkan untuk kebutuhan tersebut, sementara sisanya Rp 3,56 triliun difokuskan pada belanja operasional kementerian.

Menurut Bahlil, besarnya porsi untuk infrastruktur merupakan bentuk respons atas berbagai aspirasi yang disampaikan oleh anggota dewan. “Kami mencoba memahami apa yang disampaikan teman-teman Komisi XII. Maka, 80 persen lebih kita alokasikan untuk rakyat,” ungkapnya.

Distribusi anggaran terbesar diarahkan kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) senilai Rp 11,33 triliun dan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan sebesar Rp 10,46 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung program listrik desa, pemasangan listrik gratis, serta pembangunan jaringan gas bumi.

Sisa anggaran lainnya dialokasikan ke berbagai unit kerja, di antaranya Ditjen EBTKE Rp 1,81 triliun, BPSDM ESDM Rp 881,43 miliar, Badan Geologi Rp 749,49 miliar, dan Ditjen Minerba Rp 702,53 miliar. Selebihnya terbagi untuk Sekretariat Jenderal ESDM, BPH Migas, Inspektorat Jenderal, BPMA, Ditjen Penegakan Hukum ESDM, hingga Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional dengan nominal di bawah Rp 600 miliar.

Selain membahas anggaran, Bahlil juga melakukan manuver strategis di sektor energi nasional. Ia membentuk tim khusus pengadaan batu bara kalori sedang guna membantu PT PLN (Persero) mengatasi kendala pasokan energi bagi pembangkit listrik.