Jakarta – Pemerintah memastikan implementasi program biodiesel B50 tetap berjalan sesuai jadwal pada 1 Juli 2026. Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional berbasis minyak sawit sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pihaknya tidak mengubah target waktu tersebut. Saat ini, pemerintah sedang mengebut serangkaian uji coba teknis sebagai persiapan final sebelum kebijakan diberlakukan secara luas.
“B50 sesuai dengan jadwal akan diimplementasikan pada 1 Juli 2026. Mungkin satu minggu lagi saya akan melakukan rapat dengan tim uji coba,” ujar Bahlil.
Terkait progres pengujian, Bahlil mengungkapkan hasil yang didapat sejauh ini menunjukkan tren positif. Sekitar 80 hingga 90 persen parameter yang diuji diklaim telah memberikan hasil memuaskan dan sesuai ekspektasi pemerintah.
Pemerintah juga menyoroti keunggulan kualitas B50 dibandingkan dengan B40 yang saat ini digunakan masyarakat. Salah satu poin utamanya adalah kadar air pada B50 yang dinilai lebih baik.
“Bahkan kadar airnya dibandingkan dengan B40 itu lebih baik di B50. Namun, hasil akhirnya akan kami sampaikan setelah rapat evaluasi final,” tuturnya.
Meski hasil sementara cukup membanggakan, pemerintah tetap akan melakukan evaluasi menyeluruh. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh aspek teknis dan operasional berjalan sesuai standar sebelum laporan final dirilis ke publik.







