JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga memastikan tidak ada perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Jumat, 17 Juli 2026. Seluruh tarif yang berlaku saat ini masih mengacu pada penyesuaian yang ditetapkan perusahaan sejak awal Juli 2026.
Kebijakan harga tersebut tetap dipertahankan meski terdapat dinamika konsumsi di lapangan. Masyarakat diimbau untuk merujuk pada daftar harga resmi yang berlaku di masing-masing provinsi sesuai dengan ketentuan terakhir.
Stabilitas harga ini mencakup berbagai jenis BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi. Pertamax dan Pertamax Green 95 terpantau masih bertahan dengan tarif yang sama sejak penyesuaian terakhir pada bulan lalu.
Di sisi lain, produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex sebelumnya telah mengalami penurunan harga pada awal Juli. Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan tren harga minyak mentah dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah.
Fenomena yang terjadi di lapangan menunjukkan adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat. Sebagian konsumen dilaporkan beralih ke BBM bersubsidi seperti Pertalite seiring dengan selisih harga yang cukup lebar dengan BBM nonsubsidi.
Kondisi ini memicu peningkatan permintaan Pertalite di sejumlah wilayah, seperti di Kalimantan Selatan yang mencatat kenaikan konsumsi sebesar 15 persen. Fenomena serupa juga dilaporkan terjadi di Sumatera Utara, di mana kelangkaan Pertalite diduga dipicu oleh migrasi konsumen dari segmen Pertamax.
Pemerintah dan pihak Pertamina menegaskan bahwa stok BBM bersubsidi secara nasional masih dalam kondisi aman. Cadangan bahan bakar dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Pihak operator SPBU terus memantau distribusi agar antrean kendaraan tidak berkepanjangan. Masyarakat disarankan untuk memantau informasi terkini melalui aplikasi MyPertamina atau papan pengumuman di setiap SPBU terdekat.
Berikut adalah rincian harga BBM di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, NTB, dan NTT per 17 Juli 2026: Pertamax Turbo dijual Rp19.300 per liter, Pertamax Green 95 seharga Rp17.000 per liter, Pertamax Rp16.250 per liter, Pertashop Rp16.150 per liter, dan Pertalite Rp10.000 per liter.
Untuk wilayah Sumatera Utara dan Aceh, harga Pertamax Turbo dipatok Rp19.750 per liter, Pertamax Rp16.650 per liter, Pertashop Rp16.550 per liter, dan Pertalite Rp10.000 per liter. Sementara itu, di wilayah Kalimantan Selatan dan Riau, harga Pertamax Turbo mencapai Rp20.150 per liter, Pertamax Rp17.000 per liter, Pertashop Rp16.900 per liter, dan Pertalite Rp10.000 per liter.
Penetapan harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala menggunakan formula yang telah ditetapkan pemerintah. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas penyaluran energi di tengah kondisi ekonomi global yang fluktuatif.






