Bursa Saham

Daftar Saham LQ45 dengan PER Terendah dan Tertinggi Hari Ini

73
×

Daftar Saham LQ45 dengan PER Terendah dan Tertinggi Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Suasana layar monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia dengan grafik pergerakan harga
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada penutupan sesi 31 Juli 2026.

JAKARTA – Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan sesi 31 Juli 2026 menunjukkan tren penguatan yang dominan pada saham-saham kelompok indeks LQ45 dengan rasio Price Earning Ratio (PER) tertinggi. Meski demikian, pasar mencatat aksi jual oleh investor asing dengan nilai mencapai Rp250,6 miliar.

Secara keseluruhan, investor asing melepas sebanyak 1,65 miliar lembar saham sepanjang hari perdagangan tersebut. Kondisi ini mencerminkan pergeseran sentimen pelaku pasar global setelah pada sesi sebelumnya sempat mencatatkan posisi beli bersih (net buy).

Dalam kelompok saham dengan PER terendah, PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) mencatatkan kinerja paling menonjol dengan kenaikan harga sebesar 2,13%. Saham INKP ditutup di level Rp8.400 dengan rasio PER berada di angka 4,33 kali.

Sebaliknya, PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) mengalami tekanan jual paling signifikan di kelompok tersebut dengan koreksi sebesar 1,38%. Sementara itu, saham PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) terpantau stagnan.

Di sisi lain, kelompok saham dengan PER tertinggi justru menunjukkan dinamika penguatan yang lebih agresif. PT Merdeka Battery Materials (MBMA) menjadi pemimpin kenaikan di jajaran ini dengan apresiasi harga mencapai 3,48%.

Tren positif juga diikuti oleh PT Barito Pacific (BRPT) dan PT Amman Mineral Internasional (AMMN). Masing-masing saham tersebut mencatatkan kenaikan harga di atas 3%, yakni sebesar 3,07% untuk BRPT dan 3,02% untuk AMMN.

Saham-saham lain dalam kelompok PER tinggi seperti PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) dan PT Darma Henwa (DEWA) turut mencatatkan performa positif. Kedua saham tersebut masing-masing menguat sebesar 2,31% dan 2,22% pada penutupan perdagangan.

PT United Tractors (UNTR) menjadi satu-satunya saham di kelompok PER tinggi yang mengalami pelemahan sebesar 1,24%. Sementara itu, PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) tetap bertahan di level harga Rp50 tanpa perubahan nilai.

Analisis rasio keuangan menunjukkan bahwa PT Semen Indonesia (SMGR) masih memegang status sebagai emiten dengan Price to Book Value (PBV) terendah di antara 20 saham yang dipantau. Rasio PBV SMGR tercatat berada di level 0,23 kali.

Secara teknis, PER digunakan investor untuk mengukur valuasi harga saham dibandingkan dengan laba bersih perusahaan per lembar. Rasio ini menjadi indikator utama bagi pelaku pasar dalam menentukan apakah suatu saham tergolong murah atau mahal.

Sementara itu, PBV berfungsi membandingkan harga pasar saham dengan nilai aset bersih perusahaan. Perbedaan pergerakan antara kelompok PER rendah dan tinggi menunjukkan adanya diversifikasi strategi investor dalam merespons kondisi pasar terkini.