Bursa Saham

Kapitalisasi Pasar Saham Korea Selatan Anjlok Rp39 Kuadriliun dalam Sebulan

69
×

Kapitalisasi Pasar Saham Korea Selatan Anjlok Rp39 Kuadriliun dalam Sebulan

Sebarkan artikel ini
Papan layar elektronik menampilkan grafik pergerakan indeks saham KOSPI di Bursa Efek Korea.
Indeks KOSPI mencatatkan rekor kenaikan harian tertinggi sebesar 14 persen setelah mengalami penurunan tajam selama Juli 2026.

Jakarta – Pasar saham Korea Selatan mencatatkan pemulihan dramatis pada Jumat (31/7/2026) dengan indeks KOSPI melonjak 14 persen. Angka tersebut menjadi rekor kenaikan harian tertinggi sepanjang sejarah bursa Korea Selatan setelah sebelumnya sempat terperosok dalam.

Lonjakan ini terjadi pasca guncangan hebat selama bulan Juli yang menghapus nilai kapitalisasi pasar hingga 2,18 triliun dolar AS atau sekitar Rp39,31 kuadriliun. Indeks KOSPI sempat terkoreksi hingga 12,6 persen akibat memudarnya minat investor terhadap saham sektor chip berbasis kecerdasan buatan (AI).

Pemulihan tajam ini didorong oleh aksi beli masif pada saham teknologi utama seperti Samsung Electronics dan SK Hynix. Penguatan saham teknologi di Amerika Serikat, yang dipicu laporan keuangan positif dari Microsoft, Amazon, dan Meta, menjadi katalis utama optimisme pasar.

Sentimen investor semakin membaik setelah Ketua SK Group, Chey Tae-won, melakukan aksi beli saham SK Hynix secara signifikan. Investor asing tercatat sebagai penggerak utama dalam reli tersebut, yang diperkuat oleh aksi penutupan posisi jual atau short-covering.

Rebalansing otomatis pada dana exchange-traded fund (ETF) berleverasi juga memberikan dampak terhadap lonjakan harga. Selain itu, implementasi aturan modal deposit tunai baru bagi investor ETF berleverasi yang berlaku efektif per 31 Juli 2026 turut memicu reposisi portofolio besar-besaran.

Jung In Yun dari Fibonacci Asset Management menyebut fluktuasi pasar Korea Selatan saat ini menyerupai pola gangguan bipolar. Pasar dinilai bergerak dari fase kepanikan ekstrem menuju euforia dalam waktu yang sangat singkat.

Meski terjadi rebound, analis memperingatkan bahwa volatilitas pasar tetap berada pada level tinggi. Ketergantungan perdagangan sektor AI global terhadap produk keuangan berleverasi membuat bursa menjadi rentan terhadap perubahan arah yang mendadak.

Rolf Bulk, analis dari Futurum Group, menyatakan bahwa kenaikan ini mencerminkan keyakinan investor terhadap solidnya siklus investasi AI. Menurutnya, pembangunan infrastruktur AI global hingga saat ini tidak menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Pemerintah Korea Selatan kini merespons gejolak tersebut dengan menyiapkan regulasi lebih ketat terkait produk derivatif. Menteri Keuangan Koo Yun-cheol secara terbuka mengakui bahwa izin penerbitan ETF berleverasi saham tunggal kurang dipertimbangkan dengan matang.

Otoritas keuangan Korea Selatan saat ini sedang merumuskan kebijakan stabilisasi pasar melalui rapat darurat lintas instansi. Langkah yang disiapkan mencakup pembatasan nilai investasi individu maksimal 20 persen dari total portofolio.

Regulator juga berencana menaikkan biaya transaksi dan mewajibkan simulasi perdagangan bagi investor. Payung hukum untuk tindakan darurat saat bursa mengalami gejolak ekstrem juga tengah disiapkan guna meminimalisir spekulasi berlebih di masa depan.Kapitalisasi Pasar Saham Korea Selatan Anjlok Rp39 Kuadriliun dalam Sebulan