Bursa Saham

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Cermati Rekomendasi Saham Pilihan Pekan Ini

44
×

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Cermati Rekomendasi Saham Pilihan Pekan Ini

Sebarkan artikel ini
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di layar monitor bursa efek
IHSG diproyeksikan melanjutkan tren penguatan terbatas pada perdagangan pekan depan.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan terbatas pada perdagangan pekan depan. Proyeksi ini muncul setelah indeks menutup perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (31/7/2026), di level 6.236,13 atau menguat 0,80% secara harian.

Secara kumulatif sepanjang pekan terakhir Juli 2026, IHSG tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,81%. Pergerakan indeks tersebut dinilai didukung oleh volume pembelian yang cukup signifikan dari para pelaku pasar.

Analis pasar modal mencatat bahwa dinamika IHSG saat ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik. Salah satu faktor utama berasal dari keputusan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%.

Meski keputusan tersebut disertai pernyataan bernada hawkish, pasar merespons positif data ekonomi Amerika Serikat. Pertumbuhan ekonomi (GDP) yang berada di bawah ekspektasi serta melandainya inflasi PCE menjadi pendorong optimisme investor.

Kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang cenderung mereda juga memberikan katalis positif bagi pasar global. Situasi ini memicu penurunan harga minyak mentah dunia yang kemudian meredakan kekhawatiran terkait tekanan inflasi global.

Di sisi domestik, sentimen pasar turut dibentuk oleh musim rilis laporan keuangan emiten untuk Kuartal II-2026. Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pasca pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia menjadi sorotan utama investor.

Untuk perdagangan awal pekan depan, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran support 5.966 dan resistance 6.377. Ruang penguatan dinilai masih terbatas seiring dengan sikap investor yang cenderung berhati-hati.

Pelaku pasar kini menanti sejumlah rilis data ekonomi krusial dari dalam negeri, termasuk data neraca perdagangan, tingkat inflasi, dan cadangan devisa. Data PMI serta neraca perdagangan China juga akan menjadi perhatian untuk mengukur prospek ekonomi regional.

Dari sisi eksternal, investor akan mencermati rilis data tenaga kerja Amerika Serikat, khususnya laporan non-farm payroll (NFP). Kebijakan moneter lanjutan dari Bank Indonesia serta fluktuasi nilai tukar rupiah tetap menjadi variabel penentu arah pasar ke depan.

Terkait strategi investasi, pelaku pasar disarankan untuk mencermati sejumlah saham emiten yang memiliki potensi pergerakan menarik. Saham yang dapat dipantau antara lain PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) di rentang harga Rp 595-Rp 605 per saham.

Selain itu, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga menjadi pilihan dengan estimasi harga di kisaran Rp 1.455-Rp 1.610. Emiten lainnya yang masuk dalam daftar pantauan adalah PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) pada rentang Rp 540-Rp 580 per saham.