Teknologi

Indosat Bidik Pinjaman Rp35 Triliun untuk Ekspansi Investasi AI

94
×

Indosat Bidik Pinjaman Rp35 Triliun untuk Ekspansi Investasi AI

Sebarkan artikel ini
Gedung kantor PT Indosat Tbk di Jakarta yang berfokus pada pengembangan infrastruktur teknologi dan AI.
Indosat berencana mencari pinjaman sebesar Rp35,87 triliun untuk memperkuat infrastruktur teknologi berbasis AI.

JAKARTA – PT Indosat Tbk (ISAT) dikabarkan tengah mengupayakan perolehan pinjaman senilai US$ 2 miliar atau setara dengan Rp 35,87 triliun. Dana jumbo tersebut ditargetkan untuk membiayai pengadaan chip kecerdasan buatan (AI) guna memperkuat infrastruktur teknologi perusahaan di Indonesia.

Langkah ini mencerminkan ambisi Indosat dalam menangkap peluang ekonomi digital di tengah melonjaknya permintaan akan teknologi berbasis AI di kawasan Asia. Citigroup Inc. disebut telah ditunjuk sebagai koordinator dalam penataan pinjaman tersebut dan saat ini tengah melakukan penjajakan dengan sejumlah lembaga keuangan.

Hingga Rabu (5/8), pihak manajemen Indosat belum memberikan keterangan resmi terkait rencana pendanaan tersebut. Permintaan konfirmasi yang diajukan kepada tim komunikasi perusahaan belum mendapatkan respons hingga berita ini diturunkan.

Aksi korporasi ini terjadi di tengah tren agresif bank dan lembaga kredit swasta dalam mendanai sektor AI global. Para kreditur kini semakin tertarik menyalurkan modal tidak hanya untuk pembangunan pusat data, tetapi juga untuk pengadaan perangkat keras pendukung AI karena potensi imbal hasil yang dinilai lebih tinggi.

Meski demikian, sektor pendanaan AI tidak luput dari tantangan risiko. Investor saat ini masih mempertimbangkan perdebatan mengenai keberlanjutan investasi AI di masa depan serta ketidakpastian geopolitik yang dipicu oleh persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Fenomena serupa juga terjadi di pasar global, di mana banyak perusahaan infrastruktur AI tengah berupaya mendapatkan suntikan modal. Sebagai contoh, GMI Cloud di Taiwan tengah mengupayakan pinjaman sebesar US$ 633 juta, sementara PaleBlueDot AI di Silicon Valley baru saja menerima pendanaan senilai US$ 255 juta dari Brookfield Asset Management dan Tor Investment Management.

Rencana pencarian pinjaman ini beriringan dengan tantangan kinerja keuangan yang dihadapi Indosat pada semester pertama tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, laba bersih emiten telekomunikasi ini tercatat turun 14,65% secara tahunan menjadi Rp 2,33 triliun.

Manajemen Indosat menjelaskan bahwa penurunan laba tersebut dipicu oleh koreksi pada pendapatan serta peningkatan beban penyusutan dan amortisasi. Selain itu, beban penyelenggaraan jasa juga tercatat mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pendapatan perusahaan selama semester pertama 2026 tercatat sebesar Rp 27,10 triliun, turun 3,11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan pendapatan terjadi pada segmen bisnis seluler yang melemah 3,6% menjadi Rp 22,74 triliun.

Selain itu, segmen multimedia, komunikasi data, dan internet (MIDI) mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 1,2% menjadi Rp 3,96 triliun. Segmen telekomunikasi lainnya bahkan mengalami kontraksi lebih dalam sebesar 13,2% menjadi Rp 398,28 miliar.

Manajemen menyatakan bahwa penurunan pendapatan diimbangi oleh efisiensi pada pos beban karyawan dan pemasaran. Langkah strategis perusahaan ke depan diprediksi akan sangat bergantung pada keberhasilan integrasi teknologi AI untuk memulihkan pertumbuhan pendapatan di masa mendatang.