Bursa Saham

Saham Nvidia Melonjak, Dow Jones Berakhir Menguat di Bursa Wall Street

59
×

Saham Nvidia Melonjak, Dow Jones Berakhir Menguat di Bursa Wall Street

Sebarkan artikel ini
Tampilan layar monitor yang menunjukkan pergerakan grafik saham di bursa Wall Street.
Indeks Dow Jones mencetak rekor tertinggi baru didorong oleh kenaikan saham Nvidia di bursa Wall Street.

NEW YORK – Bursa saham Wall Street mencatatkan pergerakan bervariasi pada penutupan perdagangan Rabu (5/8/2026). Indeks Dow Jones Industrial Average berhasil menguat dan mencetak rekor tertinggi baru, sementara indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite justru mengalami koreksi.

Dow Jones ditutup naik 263,24 poin atau 0,49% ke level 54.349,12. Sebaliknya, S&P 500 terkoreksi 0,17% ke level 7.723,55, dan Nasdaq Composite melemah 0,83% hingga menetap di level 26.363,44.

Kenaikan Dow Jones didorong oleh penguatan signifikan pada saham Nvidia yang melonjak lebih dari 3%. Sentimen positif ini dipicu oleh pernyataan Elon Musk bahwa SpaceX akan menggunakan prosesor Nvidia secara eksklusif untuk membangun infrastruktur komputasi kecerdasan buatan (AI).

Di sisi lain, saham SpaceX justru mencatatkan penurunan tajam sebesar 13%. Hal ini terjadi setelah perusahaan roket tersebut merilis laporan keuangan kuartalan perdananya sejak melantai di bursa pada Juni lalu.

Perusahaan melaporkan lonjakan belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga enam kali lipat menjadi US$ 18,4 miliar pada kuartal kedua. Angka tersebut melampaui ekspektasi analis karena besarnya alokasi dana untuk investasi AI.

Saham produsen chip Advanced Micro Devices (AMD) juga mengalami tekanan dengan penurunan sebesar 7%. Pelemahan ini terjadi meskipun laba yang disesuaikan perusahaan sedikit melampaui ekspektasi pasar.

Ahli strategi investasi Baird, Ross Mayfield, menilai antusiasme investor saat ini kembali menguat dengan sangat kuat. Menurutnya, volatilitas pergerakan indeks dalam beberapa hari terakhir tergolong jarang terjadi di pasar modal.

Pada perdagangan Selasa (4/8), tiga indeks utama Wall Street sempat membukukan kinerja empat hari terbaik sejak April 2025. S&P 500 bahkan sempat menembus level 7.700 untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Hal ini turut menjaga stabilitas harga energi global.

Harga minyak mentah terpantau bergerak relatif stabil di tengah dinamika pasar saham. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September ditutup turun 0,73% ke level US$ 75,22 per barel.

Sementara itu, kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman Oktober mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,11% menjadi US$ 79,45 per barel. Investor kini terus memantau laporan keuangan emiten besar sebagai penentu arah pasar ke depan.

Di pasar domestik Indonesia, para analis turut mencermati dinamika global tersebut terhadap peluang kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Beberapa saham yang direkomendasikan untuk dicermati hari ini, Kamis (6/8/2026), meliputi PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), serta PT Petrosea Tbk (PTRO).