Jakarta – Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI tengah merancang formulasi baru guna meningkatkan efektivitas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Langkah pembenahan ini melibatkan diskusi intensif dengan sejumlah pemangku kepentingan, seperti KADIN, HIPMI, hingga asosiasi UMKM yakni AKUMANDIRI dan APMIKINDO.
Wakil Ketua BAKN DPR RI, Endipat Wijaya, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memperbaiki tata kelola KUR agar lebih tepat sasaran.
“Hari ini BAKN melakukan RDPU dengan KADIN, HIPMI, dan asosiasi UMKM. Kami ingin mencari solusi yang terbaik untuk KUR di Indonesia, baik mulai dari penerima KUR maupun tata cara nantinya menjalankan KUR,” ujar Endipat di Gedung Nusantara II, Senayan, Senin (22/6/2026).
Mengingat UMKM merupakan pilar ekonomi nasional dengan puluhan juta pelaku usaha, peran asosiasi dinilai sangat strategis dalam menjembatani pemerintah dengan pelaku di lapangan.
Endipat menekankan bahwa keterlibatan asosiasi krusial, tidak hanya dalam proses penyaluran, tetapi juga untuk pendampingan pasca-penerimaan kredit.
Politisi Partai Gerindra ini menambahkan, asosiasi sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah serta membimbing calon penerima KUR agar dapat mengelola modal dengan lebih baik.
Dalam pertemuan tersebut, muncul pula usulan penting mengenai perlunya jaminan pasar bagi produk UMKM.
Endipat menyambut baik gagasan agar BUMN atau perusahaan besar ikut menyerap produk hasil usaha penerima KUR demi menjaga keberlangsungan bisnis mereka.
Ia juga menyoroti pentingnya pembinaan berkelanjutan agar pelaku usaha mikro dapat terus berkembang dan naik kelas ke skala menengah.
Menanggapi isu ketimpangan penyaluran KUR yang dianggap masih terpusat di Pulau Jawa, Endipat menilai hal tersebut lebih dipengaruhi oleh kepadatan penduduk.
Namun, ia memastikan bahwa manfaat program tersebut tetap terdistribusi hingga ke seluruh pelosok tanah air.
Ke depan, ia berharap sinergi antara pemerintah dan asosiasi bisa terus diperkuat melalui kebijakan yang berpihak pada perlindungan pelaku usaha kecil.
“Pemerintah juga dapat memberikan perlindungan, intervensi, dan proteksi sehingga usaha yang masih kecil dan super mikro dapat berkembang,” tutupnya.







