Tutup
EkonomiPerbankan

BTN Cetak Laba, Aset Melesat, Kredit Perumahan Terpacu

217
×

BTN Cetak Laba, Aset Melesat, Kredit Perumahan Terpacu

Sebarkan artikel ini
genap-76-tahun,-laba-bersih-konsolidasian-btn-tembus-rp3,5-triliun
Genap 76 Tahun, Laba Bersih Konsolidasian BTN Tembus Rp3,5 Triliun

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (BTN) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025. Aset, laba bersih, penyaluran kredit, hingga perolehan dana pihak ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan signifikan.

Memasuki usia ke-76 pada 9 Februari 2026, BTN mengumumkan total aset konsolidasian mencapai Rp527,8 triliun pada 2025. Angka ini melonjak 12,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan pencapaian ini membuktikan kiprah BTN selama lebih dari 7 dekade.

BTN telah menyalurkan 5,8 juta unit rumah, termasuk kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sektor informal. Pangsa pasar KPR BTN mencapai 39 persen secara nasional.

Atas peran pentingnya di sektor perumahan, BTN membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun pada 2025. Laba ini tumbuh 16,4 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp3,0 triliun.

“BTN berhasil mengakselerasi pertumbuhan bisnis sepanjang tahun 2025 yang ditopang penguatan profitabilitas dan proses bisnis yang semakin efisien berkat transformasi yang konsisten dilakukan di berbagai lini,” ujar Nixon, Senin (9/2).

Menurutnya, kinerja positif ini merupakan hasil kerja keras atas penerapan strategi bisnis yang cermat serta pengelolaan keuangan yang sehat dan disiplin.

Pendapatan bunga BTN naik 23,0 persen yoy menjadi Rp36,3 triliun hingga akhir 2025. Sementara itu, beban bunga hanya meningkat 0,4% yoy menjadi Rp17,9 triliun. Pendapatan bunga bersih BTN naik 57,5 persen menjadi Rp18,4 triliun pada akhir 2025.

nixon menjelaskan, BTN berhasil memperkuat profitabilitas dengan memperbaiki proses bisnis di sisi penyaluran kredit dan pengelolaan portofolio. Upaya memperoleh pendanaan yang lebih murah juga berkontribusi.

Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BTN meningkat menjadi 4,2% pada akhir 2025, naik 133 basis poin (bps) dari tahun sebelumnya sebesar 2,9%.

Hingga akhir 2025, BTN mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasian sebesar 11,9% yoy menjadi Rp400,6 triliun. Mayoritas kredit BTN disalurkan ke sektor perumahan, mencapai Rp328,4 triliun hingga Desember 2025.

KPR Subsidi BTN tumbuh 10% yoy menjadi Rp191,2 triliun pada akhir 2025. KPR Non-subsidi BTN meningkat 6,7% yoy menjadi Rp113,0 triliun.

Ekspansi kredit BTN di sektor perumahan pada 2025 ditopang oleh keterlibatan dalam Kredit Program Perumahan (KPP). BTN menjadi bank penyalur KPP terbesar dengan total penyaluran mencapai Rp2,6 triliun hingga akhir 2025.

“KPP menjadi mesin baru untuk mendorong pertumbuhan kredit BTN serta menawarkan profitabilitas yang lebih baik karena marginnya yang lebih tinggi dibandingkan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP),” kata Nixon.

Peningkatan kepercayaan masyarakat juga memicu perolehan DPK konsolidasian yang tumbuh 14,6% yoy menjadi Rp437,4 triliun pada akhir tahun lalu. Pertumbuhan DPK BTN didukung oleh akselerasi pertumbuhan transaksi digital, terutama di superapp Bale by BTN.

Pengguna Bale by BTN tumbuh pesat 66,1% yoy menjadi 3,7 juta hingga akhir 2025. Jumlah transaksi Bale melonjak 79,2% yoy menjadi 2,2 miliar. Nilai transaksi menembus Rp103,6 triliun, naik 27,7% yoy.

Saldo pengguna Bale by BTN terus meningkat, berkontribusi sebesar Rp22,8 triliun terhadap DPK BTN hingga akhir 2025.

“Kami akan terus mendorong positioning Bale sebagai superapp yang menawarkan ekosistem terintegrasi untuk solusi transaksi keuangan keluarga,” ujar Nixon.

Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross BTN menurun ke level 3,1% pada 2025. BTN meningkatkan pencadangan atau NPL Coverage menjadi 123,9%. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) berada di level 20,9%.

“BTN memproyeksikan NPL dapat menurun hingga di bawah 3,0% pada akhir tahun 2026,” ujar Nixon.

Pada 2025, BTN mendirikan anak usaha Bank Syariah Nasional (BSN). BSN membukukan total aset sebesar Rp73 triliun pada akhir 2025, meningkat 20,5% yoy. Penyaluran pembiayaan naik 25,0% yoy menjadi Rp55 triliun. DPK tumbuh 18,4% yoy menjadi Rp59 triliun.

“Dengan langkah Beyond Mortgage, BTN terus memantapkan aspirasinya untuk menjadi consumer bank yang memberikan solusi finansial terintegrasi bagi seluruh kebutuhan nasabah,” pungkas Nixon.