Tutup
Regulasi

CIMB Niaga Sesuaikan Strategi Pendanaan Wholesale Antisipasi Kenaikan BI Rate

57
×

CIMB Niaga Sesuaikan Strategi Pendanaan Wholesale Antisipasi Kenaikan BI Rate

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – PT Bank CIMB Niaga Tbk mulai menyusun strategi ulang terkait struktur pendanaan perusahaan sebagai respons atas kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate. Tren kenaikan suku bunga ini diproyeksikan akan menekan minat perseroan untuk menghimpun pendanaan melalui penerbitan surat utang atau obligasi.

Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, menjelaskan bahwa rencana penerbitan surat utang ke depan sangat bergantung pada dampak kenaikan suku bunga terhadap biaya dana (*cost of fund*) bank. Jika biaya dana meningkat signifikan, penerbitan obligasi akan menjadi opsi terakhir bagi perusahaan.

Lani menambahkan, strategi pendanaan segmen *wholesale* akan sangat dipengaruhi oleh dinamika industri yang terus berubah. Selain itu, manajemen mencermati permintaan kredit yang saat ini masih cenderung rendah karena adanya kekhawatiran masyarakat maupun pelaku usaha terhadap kenaikan suku bunga kredit.

“Keputusan ini akan bergantung pada seberapa cepat *cost of fund* naik. Kami memperkirakan permintaan kredit tetap rendah karena ada kekhawatiran bunga kredit akan terus meningkat,” ujar Lani.

Senada dengan hal tersebut, Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menilai bahwa kenaikan BI Rate berpotensi memperlambat laju pertumbuhan kredit perbankan. Kondisi ini secara langsung menurunkan keinginan bank untuk mencari pendanaan melalui surat utang.

Menurut Myrdal, penerbitan surat utang kini menjadi lebih mahal seiring dengan tingginya suku bunga. Hal ini membuat perbankan lebih berhati-hati dalam melakukan aksi korporasi tersebut.

“Ekspansi bisnis saat ini sedang berat karena dampak kenaikan suku bunga. Jadi, kita lihat ekspansi dari sisi penerbitan surat utang juga akan melambat,” kata Myrdal.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Rupiah spot terus melemah pada perdagangan Kamis (28/5/2026) siang. Pukul 12.07 WIB, rupiah spot ada di level Rp 17.876 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,42% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 17.801 per dolar AS. Di Asia, mayoritas mata uang melemah terhadap dolar AS siang ini. Won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,49%, disusul rupiah yang melemah 0,42%, ringgit Malaysia melemah 0,35%, baht Thailand…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Memasuki hari kedua Idul Adha 1447 Hijriah, harga emas produk PT Aneka Tambang (Antam) mengalami penurunan harga. Hari ini, harga emas Antam anjlok sekitar Rp 31.000 per gram. Di hari sebelumnya, harga emas Antam sudah sempat anjlok. Itu artinya, dalam dua hari berturut-turut, harga emas Antam terkoreksi cukup dalam. Di saat harga emas Antam jatuh, beberapa masyarakat biasanya melakukan pembelian. Namun, ada juga yang…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Pelemahan rupiah yang terus berlanjut membuat investor domestik mulai mempertimbangkan mencari alternatif aset valuta asing (valas) untuk menjaga nilai kekayaan (hedging). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,03% secara harian ke level Rp 17.801 per dolar AS pada Rabu (27/5/2026). Sepanjang tahun berjalan, rupiah sudah melemah cukup dalam, kisaran 6,8% YTD. Sejalan dengan itu, rupiah juga melemah tajam…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Pelemahan rupiah yang berlanjut dalam beberapa waktu terakhir mendorong investor domestik mulai melirik aset valuta asing (valas) sebagai instrumen lindung nilai atau hedging. Di tengah tekanan global yang masih kuat, strategi diversifikasi ke mata uang asing dinilai semakin relevan untuk menjaga nilai aset. Tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS), ketidakpastian ekonomi global,…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan terhadap mayoritas mata uang global dan kawasan Asia sepanjang tahun berjalan. Kondisi ini mendorong meningkatnya minat investor domestik untuk mencari alternatif aset dalam bentuk mata uang asing sebagai strategi lindung nilai (hedging) terhadap pelemahan rupiah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot tercatat melemah 0,03% secara harian ke level Rp 17.801 per dolar…