Regulasi

Daftar Saham yang Banyak Diborong Asing Saat IHSG Terkoreksi

77
×

Daftar Saham yang Banyak Diborong Asing Saat IHSG Terkoreksi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok tajam pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Indeks tertekan sentimen negatif dari pasar domestik maupun global, serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG merosot 4,11% atau terpangkas 254 poin ke level 5.941,06. Sepanjang hari, indeks terus bergerak di zona merah dengan rentang pergerakan di level terendah 5.841 hingga tertinggi 6.213.

Tekanan jual melanda seluruh sektor industri. Sektor barang baku mencatatkan penurunan terdalam sebesar 9,05%, diikuti sektor energi yang melemah 5,61% dan infrastruktur sebesar 5,05%. Sektor lainnya seperti kesehatan, transportasi, barang konsumer, hingga teknologi juga kompak terkoreksi.

Total volume perdagangan saham di BEI tercatat mencapai 39,66 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp24,99 triliun. Sebanyak 692 saham terpantau melemah, sementara hanya 69 saham yang mampu menguat dan 54 saham lainnya stagnan.

Investor asing terpantau melakukan aksi jual bersih (*net sell*) dengan nilai yang cukup besar, yakni Rp1,39 triliun di seluruh pasar.

Meski IHSG berada dalam tekanan hebat, investor asing justru terpantau memborong sejumlah saham. Berikut adalah 10 saham dengan nilai *net buy* terbesar oleh investor asing pada perdagangan Rabu (3/6/2026):

1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp240,41 miliar
2. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Rp112,18 miliar
3. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO): Rp103,13 miliar
4. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS): Rp95,49 miliar
5. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp84,54 miliar
6. PT Darma Henwa Tbk (DEWA): Rp74,78 miliar
7. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp72,14 miliar
8. PT Tins Tbk (TINS): Rp70,90 miliar
9. PT Vale Indonesia Tbk (INCO): Rp65,94 miliar
10. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC): Rp49,46 miliar

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Di tengah tekanan pasar modal yang masih dibayangi ketidakpastian global, PT Henan Putihrai Asset Management (Henan Asset) justru memperkuat posisinya sebagai salah satu manajer investasi nasional dengan pertumbuhan bisnis yang tetap terjaga. Hingga 31 Mei 2026, Henan Asset mengelola dana kelolaan (asset under management/AUM) lebih dari Rp 13 triliun dengan basis investor yang telah melampaui 110.000 nasabah. Dana…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Prospek investasi di sektor hilirisasi mineral diproyeksikan masih terus melaju kencang dalam beberapa tahun ke depan. Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) memperkirakan komoditas nikel masih menjadi primadona utama yang mendatangkan modal jumbo, seiring dengan adanya komitmen ekspansi dan pengembangan kapasitas fasilitas pengolahan di dalam negeri yang terus berjalan. Ketua FINI, Arif Perdana Kusumah mengungkapkan bahwa…