Tutup
Regulasi

Dampak Kenaikan BI-Rate: Suku Bunga Kredit Perbankan Berpotensi Meningkat

72
×

Dampak Kenaikan BI-Rate: Suku Bunga Kredit Perbankan Berpotensi Meningkat

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen diprediksi bakal mengerek beban cicilan kredit masyarakat. Kebijakan ini dinilai akan menahan tren penurunan bunga kredit perbankan sekaligus memicu kenaikan bunga deposito lebih cepat.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menjelaskan bahwa kenaikan bunga akan membuat beban kredit, terutama kredit konsumsi, menjadi lebih mahal. Sektor yang paling terdampak meliputi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) non-subsidi, kredit kendaraan bermotor, pinjaman multiguna, hingga sektor UMKM, perdagangan, dan properti.

“Kenaikan bunga membuat cicilan menjadi lebih mahal, sehingga rumah tangga kemungkinan menunda pembelian rumah, kendaraan, dan barang tahan lama,” ujar Josua, Kamis (28/5/2026).

Ia menambahkan, kebijakan ini bakal semakin memberatkan masyarakat kelas menengah dan pembeli rumah pertama yang daya belinya sudah cukup tertekan.

Di sisi lain, perbankan terpaksa menaikkan bunga deposito untuk mencegah pelarian dana nasabah ke instrumen lain, seperti Surat Berharga Negara (SBN) atau Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Josua menilai Bank Indonesia kini berada dalam posisi dilematis karena harus menyeimbangkan stabilitas rupiah dengan upaya menjaga pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat disiplin fiskal, menggenjot ekspor, dan mempercepat belanja produktif untuk melindungi daya beli masyarakat. Sinergi ini diperlukan agar kenaikan suku bunga tidak menjadi beban yang terlalu berat bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa kenaikan BI-Rate menjadi 5,25 persen merupakan langkah strategis untuk menarik kembali arus modal ke pasar keuangan domestik.

Destry menjelaskan, keputusan tersebut diambil sebagai respons atas tren ekonomi global yang masih mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lama (*higher for longer*). Kondisi ini diperburuk oleh meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, lonjakan inflasi di Negeri Paman Sam, serta penguatan nilai tukar dolar AS.

“Kenaikan BI-Rate harus dilakukan untuk merespons kondisi global di mana suku bunga di seluruh dunia terus meningkat,” kata Destry dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com Memasuki hari kedua Idul Adha 1447 Hijriah, harga emas produk PT Aneka Tambang (Antam) mengalami penurunan harga. Hari ini, harga emas Antam anjlok sekitar Rp 31.000 per gram. Di hari sebelumnya, harga emas Antam sudah sempat anjlok. Itu artinya, dalam dua hari berturut-turut, harga emas Antam terkoreksi cukup dalam. Di saat harga emas Antam jatuh, beberapa masyarakat biasanya melakukan pembelian. Namun, ada juga yang…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Pelemahan rupiah yang terus berlanjut membuat investor domestik mulai mempertimbangkan mencari alternatif aset valuta asing (valas) untuk menjaga nilai kekayaan (hedging). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,03% secara harian ke level Rp 17.801 per dolar AS pada Rabu (27/5/2026). Sepanjang tahun berjalan, rupiah sudah melemah cukup dalam, kisaran 6,8% YTD. Sejalan dengan itu, rupiah juga melemah tajam…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Pelemahan rupiah yang berlanjut dalam beberapa waktu terakhir mendorong investor domestik mulai melirik aset valuta asing (valas) sebagai instrumen lindung nilai atau hedging. Di tengah tekanan global yang masih kuat, strategi diversifikasi ke mata uang asing dinilai semakin relevan untuk menjaga nilai aset. Tekanan terhadap rupiah terutama dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS), ketidakpastian ekonomi global,…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan terhadap mayoritas mata uang global dan kawasan Asia sepanjang tahun berjalan. Kondisi ini mendorong meningkatnya minat investor domestik untuk mencari alternatif aset dalam bentuk mata uang asing sebagai strategi lindung nilai (hedging) terhadap pelemahan rupiah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot tercatat melemah 0,03% secara harian ke level Rp 17.801 per dolar…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka menguat pada perdagangan Rabu (27/5/2026), didorong oleh berlanjutnya momentum positif dari sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta meningkatnya optimisme investor terhadap potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Penguatan ini mencerminkan sentimen pasar yang masih relatif stabil di tengah berbagai ketidakpastian geopolitik global,…