Lubuk Basung – DPRD Kabupaten Agam membentuk Panitia khusus (Pansus) Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Pembentukan ini dilakukan menyusul dugaan adanya dana bantuan bencana senilai Rp1,2 miliar yang mengendap di kas daerah.
Pansus dibentuk berdasarkan surat Keputusan Ketua DPRD Kabupaten Agam nomor 5 Tahun 2025, tertanggal 2 Juli 2025, yang ditandatangani Ketua DPRD Ilham.
Ketua Pansus Yandril menjelaskan, Selasa (8/7/2025), langkah awal yang akan dilakukan adalah menyusun agenda pansus.”Setelah itu meminta laporan pertanggung jawaban pelaksanaan kerja satgas/tim bencana, termasuk laporan keuangan,” ujarnya.
pansus juga akan memanggil nagari-nagari terdampak bencana untuk mengetahui masalah dan keluhan yang belum teratasi. Koordinasi dengan badan/lembaga terkait kebencanaan juga akan dilakukan.
Wakil Ketua Pansus Syafril menduga dana bantuan bencana masuk kas daerah pada 30 Desember 2024, setelah tutup tahun anggaran.
“Seharusnya dana itu sudah disalurkan sebelum akhir tahun 2024. Bukankah bencana galodo itu sudah berlangsung dari Mei 2024? Masak waktu 6 bulan pemerintah tidak mampu menyalurkan dana tersebut. Sungguh lemah kinerja Pemerintah Kabupaten Agam,” tegasnya.
Syafril menyebut, ada indikasi dana Rp1,2 miliar tersebut berasal dari bantuan berbagai lembaga swasta dan pemerintah dari berbagai daerah.
“Nanti di pansus kita dalami, mudah-mudahan Tim Pansus yang sudah dibentuk dapat mengungkap kebenaran dana bantuan Rp1,2 miliar itu, yang mengendap di kas daerah dan untuk apa dipergunakan. Apakah itu memang betul-betul ada atau hanya rekayasa saja,” pungkasnya.
Pansus ini beranggotakan 18 orang dengan susunan sebagai berikut:
Koordinator: Ketua DPRD Kabupaten Agam H.Ilham (Fraksi PKS)
Wakil Koordinator: henrizal (Fraksi PAN), Muhammad Risman (Fraksi Nasdem), Aderia (Fraksi Demokrat)
Ketua Pansus: Yandril (Fraksi PKS)
Wakil Ketua: Syafril (Fraksi Demokrat)
Sekretaris: Masriko andri (Fraksi Gerindra)
Anggota: Muhammad Zulfikri (Fraksi PKS), Arizal (Fraksi PAN), Refda Santia (Fraksi PAN), Irfan Andri, Ais bakri (Fraksi Nasdem), Doddi (Fraksi Demokrat), Erdinal (Fraksi Gerindra), Fikri Ananda (Fraksi PPP), Hardianto (Fraksi PPP), Adrius (Fraksi Golkar), Hen Genny (Fraksi Golkar).







