Tutup
PerbankanTransportasi

E-toll Minim, Antrean Panjang Hantui Gerbang Tol Mudik

191
×

E-toll Minim, Antrean Panjang Hantui Gerbang Tol Mudik

Sebarkan artikel ini
21-ribu-kendaraan-kurang-saldo-di-gt-kalikangkung,-picu-antrean-mudik
21 Ribu Kendaraan Kurang Saldo di GT Kalikangkung, Picu Antrean Mudik

Semarang – Sebanyak 21 ribu kendaraan kepergok kekurangan saldo e-toll saat melintas di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, pada periode arus mudik lalu. Akibatnya, antrean panjang tak terhindarkan karena pengemudi terpaksa mengisi ulang saldo di tempat.

PT Jasa Marga (Persero) mencatat, kejadian ini terjadi selama periode H-10 hingga H+1 libur Idulfitri 1447H/2026, atau 11-22 Maret 2026.

Direktur utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa jumlah tersebut mencapai 4,9 persen dari total 442 ribu kendaraan yang bertransaksi di GT Kalikangkung selama periode yang sama.

“Saldo e-toll yang kurang berdampak pada tingginya aktivitas top up di gerbang tol. hal ini mengakibatkan penundaan signifikan dan memicu antrean,” ujar Rivan dalam keterangan tertulis, Selasa (24/3).

Jasa Marga kini mengantisipasi potensi terulangnya kejadian serupa pada arus balik, terutama di GT Cikampek Utama.

Rivan mengimbau pengguna jalan untuk memastikan saldo uang elektronik mencukupi sebelum memasuki jalan tol. Tujuannya, menghindari antrean dan menjaga kelancaran lalu lintas.

“Siapkan saldo e-toll yang cukup bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan menerus, khususnya dari arah Trans Jawa menuju Jakarta,” tegas Rivan.

Untuk perjalanan dari Semarang ke Jakarta, pengguna jalan golongan I disarankan menyiapkan saldo e-toll minimal Rp500.000. Sementara, bagi pengguna jalan dari Surabaya menuju Jakarta, disarankan menyiapkan saldo minimal Rp1.000.000.

Rivan mengingatkan, proses top up yang terjadi pada ribuan kendaraan di GT Cikampek Utama akan merugikan pengguna jalan lain karena waktu perjalanan terbuang untuk menunggu pengisian saldo.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan kartu e-toll yang sama saat tap in dan tap out, terutama bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan di jalan Tol Trans Jawa dengan sistem transaksi tertutup (tarif berdasarkan jarak).

“Pengguna jalan tidak dapat menggunakan kartu milik pengguna lain apabila saldo tidak mencukupi,” pungkas Rivan.