Jakarta – Impor minyak sawit India anjlok pada Maret 2026. Harga global yang melonjak menjadi penyebab utama industri menahan pembelian.
Akibatnya, impor minyak sawit India menyentuh titik terendah dalam tiga bulan terakhir.
Data pasar menunjukkan impor minyak sawit India pada Maret 2026 tercatat sekitar 689 ribu ton.
Angka ini merosot hampir 19 persen dibandingkan Februari yang mencapai 847.689 ton. Penurunan ini adalah yang terendah sejak Desember 2025.
Kondisi ini terjadi di tengah kenaikan harga minyak nabati tropis, seiring dengan meroketnya harga energi global.
Kenaikan harga global membuat margin pengolahan minyak sawit mentah (CPO) menjadi negatif. Importir pun memilih menunda pembelian sambil menunggu koreksi harga.
“Margin pengolahan minyak sawit mentah menjadi negatif pada maret setelah harga internasional melonjak, sehingga pembeli di India mengurangi impor,” kata Kepala Eksekutif Sunvin Group, Sandeep Bajoria, seperti dilansir Reuters, Kamis (2/4).
Selain minyak sawit, impor minyak kedelai juga mengalami penurunan, meski tidak terlalu signifikan. Volume impor tercatat turun sekitar 3 persen menjadi 290 ribu ton.
Sebaliknya, impor minyak bunga matahari justru meningkat signifikan sebesar 36,3 persen menjadi 198 ribu ton.
Secara keseluruhan, total impor minyak nabati India pada Maret turun hampir 9 persen menjadi sekitar 1,18 juta ton. Ini merupakan level terendah sejak April 2025.
Lonjakan harga ini juga dipicu oleh kenaikan harga minyak sawit di pasar global. Kontrak berjangka minyak sawit Malaysia tercatat melonjak hampir 19,5 persen sepanjang Maret.
Ini menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak April 2022. Kenaikan tersebut dipengaruhi ekspektasi meningkatnya permintaan biodiesel seiring naiknya harga energi akibat konflik di Timur Tengah.
Di sisi lain, pasokan domestik India juga mulai terbantu oleh panen baru tanaman rapeseed yang turut menekan kebutuhan impor dalam jangka pendek.
Namun, penurunan impor ini berpotensi menguras stok dalam negeri dan mendorong kenaikan harga minyak nabati lokal.
Kondisi ini diperkirakan akan membuat India kembali meningkatkan impor dalam beberapa bulan ke depan untuk mengisi kembali persediaan.
Sebagai importir minyak nabati terbesar di dunia, India selama ini mengandalkan pasokan minyak sawit dari Indonesia dan Malaysia.
Sementara minyak kedelai dan bunga matahari dipasok dari negara seperti Argentina, Brasil, Rusia, dan Ukraina.







