Tutup
PariwisataPerbankan

Hotel Solo Raup Untung, Libur Panjang Dongkrak Okupansi

277
×

Hotel Solo Raup Untung, Libur Panjang Dongkrak Okupansi

Sebarkan artikel ini
efek-libur-panjang,-okupansi-hotel-solo-melonjak-saat-nataru
Efek Libur Panjang, Okupansi Hotel Solo Melonjak saat Nataru

Solo – industri perhotelan di Solo mencatat kabar menggembirakan. Tingkat hunian hotel melonjak signifikan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Solo menyebut libur sekolah yang panjang menjadi pendorong utama peningkatan ini.

Humas PHRI Solo, Wening damayanti, mengungkapkan kegembiraannya atas capaian tersebut.

“Saya rasa libur panjang memang berpengaruh sekali terhadap okupansi hotel,” ujarnya, Selasa (6/1).

Kenaikan tingkat hunian mulai terasa sejak 20 Desember 2025. Sebagian besar hotel anggota PHRI mengalami peningkatan okupansi secara bertahap sejak tanggal tersebut.

“Okupansi mulai pick up tanggal 20. Sebagian besar mulai naik,” kata Wening.

Puncak okupansi terjadi pada 25-27 Desember. Banyak hotel yang mencapai tingkat hunian 100 persen atau mendekati pada periode tersebut.

“Puncaknya tanggal 25-27 Desember itu banyak yang mencapai 100 persen atau 99 persen,” imbuhnya.

Setelah puncak Natal,okupansi sempat sedikit menurun pada 28 Desember. Namun, kembali membaik menjelang pergantian tahun.

Okupansi tetap cukup baik hingga 3-4 Januari, berada di kisaran 50 persen atau lebih, karena libur sekolah berlangsung hingga 5 Januari.

Selain meningkatkan okupansi, libur Nataru yang panjang juga mendorong durasi menginap tamu hotel di Solo.

Rata-rata tamu menginap lebih dari dua malam selama libur nataru. Angka ini meningkat dari rata-rata tahunan yang hanya 1,3 hari.

“Untuk Nataru ini banyak yang stay lebih dari 1 malam. ada yang 2 malam, 3 malam. Bahkan beberapa ada yang sampai 5 malam,” pungkas Wening.