Regulasi

IHSG Anjlok ke 5.890, Ekonom INDEF Sebut Pasar Masuki Fase Risk-off

126
×

IHSG Anjlok ke 5.890, Ekonom INDEF Sebut Pasar Masuki Fase Risk-off

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat dalam sepekan terakhir, setelah sempat dibuka pada level 5.919,56 dan menyentuh posisi tertinggi di 5.924,51, sebelum akhirnya merosot hingga ke level terendah 5.849,86.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Rizal Taufikurahman, menjelaskan bahwa koreksi IHSG ini tidak disebabkan oleh penurunan kinerja emiten. Menurutnya, pasar saham Indonesia saat ini tengah ditekan oleh kombinasi sentimen global dan domestik yang memicu aksi jual secara masif.

“Pelemahan IHSG lebih dipengaruhi tekanan eksternal dan internal. Penguatan dolar AS, arus keluar modal asing (*capital outflow*), pelemahan rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar, hingga meningkatnya persepsi risiko ekonomi membuat investor cenderung menghindari aset berisiko,” ujar Rizal.

Akibatnya, investor melakukan aksi jual besar-besaran, bahkan pada saham-saham yang memiliki fundamental kuat maupun berdividen tinggi. Kondisi ini mencerminkan pasar sedang berada dalam fase *risk-off*, di mana pelaku pasar memilih untuk menarik diri dari instrumen berisiko.

Meski pasar sedang tertekan, Rizal melihat adanya peluang bagi investor di tengah penurunan harga saham saat ini. Banyak saham kini diperdagangkan pada valuasi yang jauh lebih menarik dibandingkan sebelumnya.

“Koreksi ini justru membuka peluang bagi investor karena banyak valuasi saham mulai murah. IHSG berpotensi bangkit kembali jika stabilitas nilai tukar rupiah membaik dan aliran modal asing mulai kembali masuk ke pasar domestik,” jelasnya.

Ia optimistis, ketika kepercayaan pasar terhadap kebijakan ekonomi pulih, emiten dengan kinerja fundamental yang solid dan tawaran *dividend yield* tinggi akan menjadi motor penggerak utama bagi pemulihan indeks.

“Saham-saham berfundamental kuat dan berdividen tinggi berpotensi menjadi penggerak utama saat pasar mulai mengalami *rebound*,” pungkasnya.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) angkat bicara soal kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Corporate Secretary T Indoritel Makmur Internasional Tbk Kiki Yanto Gunawan mengatakan model usaha KDMP memiliki segmen dan karakteristik tersendiri sehingga belum berdampak secara langsung terhadap kegiatan usaha entitas asosiasi DNET. Selain itu, industri ritel modern nasional masih memiliki potensi pertumbuhan…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot makin tertekan pada perdagangan tengah hari ini. Kamis (4/6/2026), rupiah berada di level Rp 18.043 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah 0,42% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.967 per dolar AS. Pergerakan rupiah ini berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang di Asia. Pada perdagangan intraday, rupiah sempat berada di level Rp 18.047 per…