Tutup
Regulasi

IHSG Melemah Jelang Natal: Peluang atau Risiko?

290
×

IHSG Melemah Jelang Natal: Peluang atau Risiko?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Rabu (24/12/2025). Investor menunjukkan sikap hati-hati menjelang libur bursa dan tertekan oleh pergerakan nilai tukar rupiah.

Pada penutupan perdagangan Selasa (23/12/2025), IHSG terkoreksi 0,71% ke level 8.584,78. Meskipun demikian, tercatat aksi beli bersih asing sebesar Rp 322 miliar di seluruh pasar. Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian pasar, terutama dari faktor domestik.

Oktavianus Audi, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa depresiasi rupiah hingga mencapai Rp 16.789 per dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pelemahan IHSG. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas ekonomi domestik.

Sikap *wait and see* investor menjelang libur bursa turut menekan pergerakan IHSG. “Menjelang libur, pasar cenderung lebih berhati-hati dengan mempertimbangkan berbagai faktor eksternal yang berpotensi berdampak ke pasar,” jelas Audi.

Kiwoom Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak cenderung melemah dengan *support* di level 8.525 dan *resistance* di level 8.645. Indikator MACD menunjukkan tren pelemahan. Risiko tekanan tambahan akan semakin besar jika rupiah menembus level psikologis Rp17.000 per dolar AS.

“Jika rupiah *breakout* di atas Rp17.000 per dolar AS, hal itu bisa meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar,” ujar Audi.

Dari sisi global, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menambahkan bahwa pelaku pasar juga tengah mencermati rilis data produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat estimasi kedua untuk kuartal III-2025. Data tersebut diperkirakan mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya, sehingga mendorong investor bersikap lebih *prudent*.

“Minimnya sentimen makro domestik maupun ekspor yang berdampak positif tinggi ke pasar modal membuat pelaku pasar cenderung waspada, terutama menjelang penutupan perdagangan,” kata Nafan.

Dalam kondisi pasar yang masih volatil, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan saham IMPC dengan strategi *trading buy* di area *support* Rp3.700 dan *resistance* Rp4.370. Selain itu, saham NCKL juga direkomendasikan dengan *support* Rp1.070 dan *resistance* Rp1.260 untuk perdagangan jangka pendek.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Sejumlah tantangan masih menyelimuti kinerja emiten konstruksi di tahun 2026, baik itu emiten BUMN karya maupun swasta. Pada tahun 2025, kinerja emiten konstruksi swasta tampak lebih unggul dibandingkan BUMN karya. Tengok saja, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) membukukan pendapatan Rp 3,90 triliun, naik 26,35% dibandingkan Rp 3,08 triliun pada tahun sebelumnya. Lonjakan pendapatan tersebut turut mendongkrak laba bersih…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Anak usaha PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui Star Energy Geothermal Wayang Windu Ltd (SEGWWL) yakni Star Energy Geothermal berhasil meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Penghargaan ini diperoleh sebagai pengakuan atas kinerja lingkungan yang melampaui kepatuhan dan kontribusi terhadap kesejahteraan sosial secara berkelanjutan. Presiden Direktur Barito Renewables Energy dan Grup CEO Star…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signifikan ke level 7.634 pada pekan lalu, naik 2,35%. Meski demikian, aliran dana asing masih mencatatkan aksi jual bersih SumbarSumbarbisnis.com sell sebesar Rp 2,4 triliun yang didominasi sektor perbankan. Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi mengatakan, pergerakan pasar masih sangat dipengaruhi oleh dinamika global, terutama ketegangan geopolitik di Timur Tengah….