Jakarta – Kerajaan Sarawak, Malaysia, tengah menjajaki pembangunan jalur kereta api lintas negara yang menghubungkan Malaysia, Indonesia, dan Brunei Darussalam. Rencana ambisius ini juga mencakup peluncuran maskapai penerbangan baru, Air Borneo, pada Januari 2026.
Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shi, mengungkapkan hal ini saat berkunjung ke kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), rabu (10/12).
“Kami sedang mengkaji pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan tiga negara: Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam,” kata Dato Sri Lee Kim Shi dalam keterangan tertulis, Kamis (11/12).
Air Borneo akan menghubungkan Sarawak dengan berbagai kota di Kalimantan, termasuk rute langsung ke IKN.
“Kita dalam pulau yang sama di Borneo. Kami sangat tertarik dengan pembangunan Nusantara, ini adalah masa depan,” ujarnya.
Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menyambut baik rencana penerbangan langsung dari Sarawak ke IKN.
“ini akan mempermudah mobilitas dari dan ke IKN,” kata Bimo. Bandara Nusantara juga akan segera beroperasi sebagai bandara komersial.
Selain transportasi, kedua pihak juga membahas potensi kolaborasi di bidang kesehatan. Sarawak membuka peluang kerja sama dengan rumah sakit di IKN, termasuk dalam riset medis.
Di sektor kebudayaan, Sarawak dan IKN melihat peluang pengembangan program dan acara budaya bersama, termasuk potensi kompetisi sumpit dan pertukaran budaya.







