Tutup
Regulasi

Investasi Emas, Saham, Obligasi: Peluang Terbaik 2026?

210
×

Investasi Emas, Saham, Obligasi: Peluang Terbaik 2026?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Harga emas diprediksi tetap menjadi primadona investasi hingga 2026. Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global masih menjadi faktor utama yang mendorong investor untuk mencari aset “safe haven”.

Para ahli keuangan menilai, emas tetap relevan sebagai pelindung nilai aset di tengah fluktuasi pasar. Meskipun demikian, instrumen investasi lain seperti obligasi, saham, dan kripto juga mulai dilirik.

Perencana Keuangan Advisors Alliance Group, Andy Nugroho, mengungkapkan emas berpotensi melanjutkan tren positifnya. “Emas berpotensi terus menguat mengingat situasi geopolitik dan ekonomi global yang masih belum stabil,” ujarnya.

Fluktuasi harga emas tahun ini sangat dipengaruhi oleh kondisi global. Ketika ketidakpastian meningkat, investor cenderung menghindari aset berisiko dan beralih ke instrumen yang lebih aman seperti emas.

Meski demikian, Andy belum melihat adanya proyeksi harga emas yang ekstrem dalam waktu dekat. Pergerakan harga sangat bergantung pada dinamika geopolitik dunia.

“Belum ada prediksi signifikan, namun bila kondisi geopolitik membaik seperti Rusia dan Ukraina menuju arah damai, harga emas dapat turun. Sebaliknya, bila kondisi memburuk, harga emas akan semakin tinggi,” jelasnya.

Untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global, Andy merekomendasikan emas sebagai pilihan investasi jangka panjang yang menarik.

Terkait dengan perkembangan teknologi dan beragamnya instrumen investasi, Andy menyatakan semuanya kembali pada karakter investor. Teknologi membuat akses ke berbagai instrumen investasi semakin mudah.

Selain emas, Andy memprediksi obligasi ritel negara akan menjadi favorit pada 2026, terutama jika suku bunga terus menurun. Pasar saham juga menarik karena kenaikan IHSG yang mencapai 21 persen YTD 2025.

Menurutnya, dukungan teknologi dapat membuat pasar saham dan pasar modal Indonesia berkembang lebih pesat dibandingkan instrumen tradisional seperti properti atau emas.

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Eddy Junarsin, menambahkan bahwa harga emas ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran global.

“Harga emas ditentukan oleh *demand* and *supply* mechanism,” ujar Eddy.

Ketika kondisi global tidak menentu, investor memindahkan dananya dari saham dan obligasi ke aset aman seperti emas dan surat berharga pemerintah.

Sebaliknya, saat kondisi ekonomi dan politik global membaik, dana investor biasanya keluar dari emas dan masuk ke aset berisiko.

Eddy menilai peluang harga emas untuk terus naik masih terbuka. Namun, instrumen pasar modal di Indonesia juga memiliki prospek positif.

“Kemungkinan besar harga emas akan terus naik tahun ini. Instrumen pasar modal seperti obligasi dan saham juga akan terus naik di Indonesia,” katanya.

Eddy juga menambahkan bahwa aset kripto berpotensi semakin diminati seiring perkembangan teknologi.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak tinggi pada Sabtu (10/1/2026). Mengutip situs Logam Mulia, Sabtu (10/1/226), harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.602.000. Harga emas Antam itu melejit Rp 25.000 jika dibandingkan dengan harga pada Jumat (9/1/2026) yang berada di level Rp 2.577.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com NEW YORK. Indeks utama bursa saham Wall Street ditutup menguat di akhir pekan ini, Jumat (9/1/2026). Indeks S&P 500 bahkan menguat ke penutupan tertinggi sepanjang masa alias all time high didorong oleh saham Broadcom dan produsen chip lainnya. Jumat (9/1/2026), indeks S&P 500 naik 0,65% dan mengakhiri sesi di level 6.966,28. Nasdaq menguat 0,82% menjadi 23.671,35, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,48% menjadi…