Tutup
Technology

IPO Roket Komersial China: Percepat Pengejaran SpaceX dan AS

290
×

IPO Roket Komersial China: Percepat Pengejaran SpaceX dan AS

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Perusahaan roket komersial di China kini punya jalan pintas untuk melantai di bursa saham. Bursa Efek Shanghai memberikan lampu hijau bagi perusahaan pengembang roket *reusable* atau yang dapat digunakan kembali untuk mencatatkan sahamnya di pasar STAR.

Kebijakan ini memungkinkan perusahaan teknologi tersebut melantai tanpa harus memenuhi sebagian persyaratan keuangan yang ketat. Aturan baru ini diumumkan pada Jumat (26/12/2025).

Langkah ini merupakan bagian dari upaya China untuk mengejar ketertinggalan dalam teknologi antariksa dari Amerika Serikat, yang saat ini memimpin dalam kemampuan penggunaan kembali roket.

Perusahaan roket *reusable* dibebaskan dari ketentuan profitabilitas dan ambang batas pendapatan minimum. Sebagai gantinya, mereka wajib mencapai tonggak teknologi tertentu, salah satunya adalah keberhasilan meluncurkan roket *reusable* ke orbit.

Bursa Shanghai tidak mensyaratkan keberhasilan pemulihan pendorong roket. Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari regulasi Juni lalu yang mempermudah perusahaan inovatif yang belum mencetak laba untuk melantai di pasar STAR.

Saat ini, teknologi roket *reusable* didominasi oleh SpaceX milik Elon Musk, dengan roket Falcon 9 sebagai satu-satunya model yang rutin digunakan untuk menempatkan satelit ke orbit.

Awal bulan ini, LandSpace, perusahaan roket swasta terkemuka di China, berhasil melakukan uji coba peluncuran model roket *reusable* Zhuque-3. Meskipun belum berhasil memulihkan pendorong roket, peluncuran ini menunjukkan ambisi China untuk bersaing dengan SpaceX.

LandSpace berencana mendemonstrasikan pemulihan roket yang berhasil pada pertengahan 2026, saat Zhuque-3 diluncurkan kembali. Mereka juga menekankan pentingnya akses ke pasar modal China untuk bersaing dengan SpaceX.

Pedoman baru juga memberikan dukungan prioritas bagi perusahaan yang menjalankan misi nasional atau terlibat dalam proyek antariksa strategis yang dipimpin negara.

Aturan ini berlaku efektif segera dan menegaskan keterkaitan erat antara peluncuran komersial dan tujuan strategis China.

Pemerintah China mendorong pengembangan konstelasi satelit sendiri, yang ditargetkan berjumlah puluhan ribu unit dalam beberapa dekade mendatang, karena dominasi SpaceX dalam satelit orbit rendah Bumi dianggap sebagai risiko keamanan nasional.

Technology

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) alias Indosat Ooredoo Hutchinson (IOH) mencatat peningkatan trafik data pada periode Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Selama periode Nataru pada 21 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, trafik data nasional mengalami pertumbuhan double-digit, meningkat sekitar 15% dibandingkan hari biasa dan lebih dari 20% dibanding periode tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan semakin meluasnya…

Technology

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang semakin solid seiring peluncuran platform kecerdasan artifisial terintegrasi Megarock yang dikembangkan bersama SumbarSumbarbisnis.com Services (AWS). Inisiatif ini dipandang sebagai langkah strategis yang dapat mengubah posisi MTDL dari sekadar distributor teknologi menjadi enabler solusi digital berbasis AI. Head of Research Kisi Sekuritas Muhammad Wafi…