Kemenparekraf Dorong Wirausaha Kuliner Jadi Food Startup

  • Whatsapp
Foto: Istimewa.

Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendorong wirausaha atau pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf) di bidang kuliner menjadi food startup.

Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf), Fadjar Hutomo, Kamis 30 Juli 2020, mengatakan usaha kuliner di tengah pandemi merupakan salah satu usaha dengan tingkat ketahanan yang tinggi.

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu, peluang untuk terjun ke dalamnya juga masih sangat besar dan menjanjikan. Untuk itu, pihaknya mendorong lebih banyak wirausaha muda kuliner untuk menjadi food start up salah satunya dengan mengikuti program FoodStartup Indonesia (FSI) MMXX yang sekaligus sebagai upaya untuk tetap produktif selama masa pandemi.

“Dengan program ini, kami harap dapat membantu pelaku ekraf kuliner untuk bangkit dan produktif kembali. Sehingga usaha kuliner mereka bisa berkembang dan memaksimalkan potensi yang ada,” kata Fadjar.

Plt. Direktur Akses Pembiayaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hanifah Makarim, menjelaskan mengingat terbatasnya anggaran yang disediakan, seluruh peserta yang mendaftar akan dipilih menjadi 1.000 peserta yang nantinya mendapatkan video edukasi bisnis kuliner online, aplikasi kasir dan aplikasi akuntansi. Selanjutnya 1.000 peserta terpilih wajib mengirimkan pitchdeck untuk kemudian dikurasikan hingga tinggal menjadi 100 peserta. Dalam program Foodstartup Indonesia MMXX itulah peserta terpilih itu yang akan menerima bantuan.

“Proses seleksi menjadi 100 peserta ekraf akan diputuskan secara fair dan hati-hati oleh tim juri yang kompeten di bidangnya. Saat ini proses kurasi sudah hampir selesai untuk diumumkan 100 finalis. Pengumuman finalis akan dilakukan secara daring,” kata Hanifah.

Lebih lanjut, Hanifah Makarim menjelaskan peserta ekraf yang masuk sebagai finalis berhak mengikuti kegiatan Demoday yang rencananya dilaksanakan pada September 2020 di Yogyakarta.

“Demoday FSI merupakan kegiatan mentoring dan pitching forum pelaku usaha kuliner. Peserta Demoday berkesempatan mengikuti mentoring langsung, business coaching, mendapat akses permodalan, sekaligus akses pemasaran. Penyelenggaraan secara offline ini akan ditiinjau kembali melihat perkembangan terkini pandemi nanti,” ujar Hanifah.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengatakan pelaksanaan Demoday merupakan tahapan yang sangat dinantikan sebagai ajang unjuk diri kepada pasar.

“Tantangan bagi Food Startup Indonesia sangat besar saat ini. Kita harus selalu inovatif dalam melakukan percepatan, pertumbuhan, dan kesinambungan usaha bagi Food Startup tanah air,” kata Wishnutama.

Leave your vote

Pos terkait