Jakarta – Ketua dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, memberikan tanggapan terkait pencalonan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono sebagai kandidat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Anggito menilai Tommy, sapaan akrab Thomas Djiwandono, dan dua kandidat lainnya merupakan figur profesional dengan rekam jejak yang kuat.
“Saya tahu tiga calon yang diajukan oleh Pak Gubernur, itu saya kenal semua,” ujar Anggito dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (22/1).Ia mengenal baik Sodikin dan Diki dari Bank Indonesia, serta Tommy. “Tiga-tiganya adalah orang-orang yang profesional,” tegasnya.
Anggito meyakini tidak ada alasan untuk meragukan integritas maupun independensi para calon.
Termasuk Tommy yang merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto dan sempat memiliki latar belakang politik.
Anggito mengaku telah lama bekerja sama dengan tommy dan tidak pernah menemukan indikasi penyalahgunaan afiliasi politik dalam pekerjaannya.
“Saya cukup lama bekerja sama dengan Pak Tommy. Beliau sangat profesional,” ungkapnya.
“Meskipun pada waktunya ada label dari partai politik, tetapi saya tidak pernah mendengar satu kata pun ataupun satu tindakan yang mengatasnamakan itu,” jelas Anggito.
Anggito meyakini siapapun yang terpilih akan mampu memperkuat kinerja internal Bank Indonesia.
Serta mempererat sinergi dengan LPS, terutama dalam kerangka Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
“Saya cukup yakin ketiga calon yang diajukan oleh Pak Gubernur dan oleh Bapak Presiden ke DPR itu adalah orang-orang yang profesional,” ujarnya.
“Siapapun yang terpilih akan memperkuat internal BI maupun sinergi dengan LPS dalam forum KSSK,” imbuhnya.
Ia pun optimistis ketiganya mampu menjalankan tugas sebagai Deputi Gubernur BI secara independen dan bertanggung jawab.
Tommy sendiri diajukan sebagai pengganti Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari lalu.







