Regulasi

Maybank Proyeksikan IHSG Tembus 8.400 pada Akhir 2026 Berkat MSCI

243
×

Maybank Proyeksikan IHSG Tembus 8.400 pada Akhir 2026 Berkat MSCI

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Maybank Sekuritas memproyeksikan keputusan MSCI untuk memperpanjang penghentian sementara (*freeze*) terhadap saham-saham Indonesia hingga Mei 2026 bakal membatasi potensi penguatan pasar saham dalam jangka pendek.

Keputusan tersebut diambil MSCI menyusul proses evaluasi berkelanjutan terhadap reformasi pasar modal Indonesia. Pembaruan lebih lanjut terkait kebijakan ini dijadwalkan dalam agenda *Market Accessibility Review* pada Juni 2026.

Head of Research Maybank Sekuritas, Jeffrosenberg Chenlim, menjelaskan bahwa kebijakan ini bersifat tidak simetris. Di satu sisi, MSCI menahan potensi kenaikan bobot saham Indonesia dalam indeks global meski *free float* perusahaan meningkat, serta menghentikan masuknya saham-saham baru ke dalam indeks.

Kondisi ini secara efektif membatasi aliran dana asing yang biasanya mengikuti perubahan indeks. Namun, di sisi lain, risiko penurunan tetap terbuka karena MSCI masih dapat mengeluarkan saham-saham yang dinilai memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi (*High Shareholding Concentration*/HSC) atau menyesuaikan estimasi *free float* berdasarkan data terkini.

“Adanya ketidakseimbangan ini membuat peluang kenaikan pasar tertahan, sementara risiko penurunan tetap ada,” ujar Jeffrosenberg, Minggu (26/4/2026).

Meski begitu, pelaku pasar dinilai telah mengantisipasi keputusan ini sehingga dampaknya relatif terkendali. Sentimen pasar terhadap Indonesia bahkan cenderung membaik, terutama pasca pengumuman 21 April yang menunjukkan bahwa risiko penurunan status Indonesia menjadi *Frontier Market* semakin kecil. Hal ini menjadi penopang psikologis bagi investor, khususnya pada saham berkapitalisasi besar.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Maybank Sekuritas tetap mempertahankan target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di level 8.400 hingga akhir 2026. Angka ini mencerminkan valuasi sekitar 12,1 kali *Price to Earnings Ratio* (PER) tahun buku 2026.

Ke depan, pergerakan IHSG diprediksi lebih selektif. Sektor yang dinilai masih memiliki peluang investasi menarik antara lain sektor batu bara karena pasokan ketat, telekomunikasi yang diuntungkan dari sinergi merger, serta perbankan besar dengan valuasi yang atraktif. Selain itu, emiten yang terkait dengan program pemerintah, seperti program makan bergizi gratis, juga berpotensi memberikan sentimen positif.

Secara keseluruhan, upaya regulator dalam meningkatkan transparansi dan kredibilitas pasar modal Indonesia dinilai krusial. Hal ini diyakini mampu menjaga kepercayaan investor sekaligus menopang target IHSG di tengah tantangan kebijakan MSCI.

***

*Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi adalah tanggung jawab pembaca pribadi.*

Regulasi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menyatakan telah menggelar penawaran umum terbatas kepada pemegang saham perusahaan dalam rangka Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue untuk membeli sebanyak 13.282.271.875 saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Angka ini mewakili 33,33% dari jumlah saham ENRG yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD IV…