Jakarta – Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa proyek pengadaan 21.801 unit motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan. Meski tersandung kasus hukum, proses perakitan kendaraan dengan anggaran mencapai Rp1,03 triliun tersebut masih terus dilakukan hingga awal April lalu.
Dudung membeberkan bahwa pembayaran proyek telah dituntaskan oleh jajaran Badan Gizi Nasional (BGN) periode sebelumnya. Adapun rincian pengadaan tersebut mencakup 1.570 unit motor trail dan 6.431 unit motor bebek listrik.
Terkait dugaan penyelewengan, Dudung menyoroti adanya selisih nilai yang mencolok dalam proses pengadaan. Perkiraan awal menunjukkan angka sekitar Rp200 miliar, namun perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memprediksi potensi kerugian negara mencapai Rp400 miliar.
Pemerintah sendiri mengakui bahwa ribuan motor listrik tersebut bukanlah kebutuhan primer bagi operasional dapur makan bergizi. Menurut Dudung, nasib akhir ribuan kendaraan itu nantinya akan diserahkan kepada pimpinan BGN serta menunggu arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
“Sudah dibayar dan sedang dirakit. Nanti terserah bagaimana keputusan Kepala BGN atau diarahkan presiden untuk dialihkan ke mana yang lebih bermanfaat,” ujar Dudung dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/6).
Kasus dugaan korupsi tata kelola MBG ini telah menyeret mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua mantan wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, sebagai tersangka di Kejaksaan Agung. Selain motor listrik, penyidik saat ini tengah mendalami pengadaan barang lain yang diduga tidak sesuai kebutuhan.
Temuan tersebut meliputi pengadaan 32 ribu pasang sepatu, 31 ribu tablet, hingga 5.400 unit televisi berukuran 75 inci. Pihak Kejaksaan Agung hingga kini masih menelusuri alur dana dan prosedur pengadaan yang dijalankan pejabat sebelumnya guna memastikan total kerugian negara.







