Regulasi

Pluang Hadirkan Akses Saham Indonesia untuk Dorong Investasi Ritel di BEI

171
×

Pluang Hadirkan Akses Saham Indonesia untuk Dorong Investasi Ritel di BEI

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Platform investasi multi-aset, Pluang, resmi memperluas jangkauan layanannya dengan menghadirkan fitur akses saham Indonesia. Melalui inovasi ini, investor ritel kini dapat memperdagangkan lebih dari 950 saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk berbagai emiten berkapitalisasi besar.

Langkah strategis ini dilakukan untuk merespons tren integrasi layanan investasi dalam satu platform digital. Dengan hadirnya fitur saham domestik, pengguna kini dapat mengelola berbagai instrumen investasi, mulai dari saham global, aset kripto, hingga emas digital, secara praktis dalam satu aplikasi.

Peluncuran fitur ini bertepatan dengan momentum pertumbuhan investor pasar modal yang pesat di Indonesia. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah Single Investor Identification (SID) telah menembus angka 20 juta pada akhir 2025, mencatatkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Dinamika pasar modal saat ini juga tengah dipengaruhi oleh kebijakan penyesuaian indeks global seperti MSCI yang menitikberatkan pada aspek *free float*. Kebijakan tersebut diprediksi mampu mendorong aktivitas perdagangan sekaligus meningkatkan likuiditas di pasar domestik.

Co-Founder Pluang, Claudia Kolonas, menyatakan bahwa integrasi akses investasi domestik dan global merupakan upaya perusahaan untuk memfasilitasi kebutuhan diversifikasi investor.

“Kemudahan akses dalam satu platform diharapkan dapat membantu investor mengelola portofolio secara lebih efisien, terutama di tengah meningkatnya partisipasi investor ritel dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Claudia.

Kehadiran fitur ini sekaligus memperkuat peran platform digital dalam membuka akses pasar modal bagi masyarakat luas. Inisiatif tersebut diharapkan dapat terus mendorong inklusi keuangan di Indonesia seiring dengan kemudahan akses investasi yang semakin inklusif.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Tekanan di pasar keuangan domestik masih membayangi kinerja industri reksadana. Di tengah pelemahan pasar saham dan meningkatnya volatilitas nilai tukar rupiah, manajer investasi memilih memperkuat kualitas portofolio melalui seleksi emiten berbasis fundamental guna menjaga kinerja reksadana saham hingga kuartal III 2026. Baca Juga: Rupiah Masih Rentan, Berisiko Tembus Rp 19.000 per Dolar AS di Akhir Juni 2026 Berdasarkan…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Pasar keuangan domestik saat ini masih menghadapi tekanan yang cukup besar. Di pasar saham, misalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah merosot sekitar 35,3% sejak awal tahun 2026 ke level 5.594,76. Tekanan juga terjadi di pasar keuangan secara lebih luas seiring pelemahan nilai tukar rupiah yang kini berada di kisaran Rp 18.000 per dolar AS. Dalam situasi yang penuh tantangan seperti saat ini, investor tampaknya…