JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak dalam rentang konsolidasi antara 5.600 hingga 5.850 pada perdagangan hari ini, Rabu (10/6). Proyeksi ini muncul menyusul penguatan signifikan indeks pada perdagangan Selasa (9/6), di mana IHSG ditutup naik 7,57 persen ke level 5.746,65.
Analis Phintraco Sekuritas menyatakan bahwa secara teknikal, pergerakan IHSG saat ini menunjukkan sinyal positif setelah berhasil ditutup di atas level Moving Average 5 (MA5). Pencapaian tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa gap up yang terbentuk pada sesi sebelumnya telah tertutup sempurna.
Selain itu, indeks juga berhasil membalikkan posisi setelah sempat berada di bawah MA200 bulanan pada hari sebelumnya. Indikator Stochastic RSI yang membentuk Golden Cross di area oversold menjadi indikasi penguatan lanjutan yang cukup kuat.
Sentimen pasar saat ini masih dipengaruhi oleh kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). Keputusan BI untuk melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) di luar jadwal rutin guna menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen dinilai sebagai langkah strategis yang tepat. Respon positif pasar terlihat dari penguatan nilai tukar rupiah sebesar 0,65 persen ke level Rp18.065 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa.
Di sisi lain, stabilitas pasar modal juga menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Lembaga legislatif tersebut saat ini tengah mengintensifkan koordinasi dengan berbagai institusi strategis, termasuk Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen (Persero), serta bank-bank Himbara. Pembahasan utama dalam koordinasi tersebut mencakup langkah-langkah mitigasi terhadap dinamika pasar modal, termasuk rencana buyback saham bank-bank BUMN yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Terkait pergerakan teknikal, Phintraco Sekuritas merekomendasikan investor untuk mencermati sejumlah saham emiten, di antaranya BBRI, BBNI, INCO, BRPT, dan TINS.
Sementara itu, pandangan berbeda disampaikan oleh MNC Sekuritas yang menyoroti adanya dua skenario yang mungkin terjadi pada perdagangan hari ini. Analis MNC Sekuritas memperingatkan potensi koreksi yang perlu diwaspadai oleh investor.
Berdasarkan analisis gelombang (wave), posisi IHSG saat ini diduga berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] dari wave 5. Investor diminta untuk mencermati area 5.184 hingga 5.282 sebagai zona koreksi potensial apabila tekanan jual kembali muncul. Di sisi lain, MNC Sekuritas memproyeksikan area penguatan terdekat bagi IHSG berada pada rentang 5.763 hingga 5.784.
Untuk strategi perdagangan jangka pendek, MNC Sekuritas memberikan rekomendasi pemantauan terhadap beberapa saham, yakni BBNI, CDIA, HRTA, dan INET. Secara keseluruhan, pelaku pasar diharapkan tetap bersikap waspada terhadap volatilitas yang mungkin terjadi di tengah penyesuaian kebijakan moneter dan koordinasi lintas institusi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar modal domestik.







