Tutup
Regulasi

Purbaya Soroti Peringatan S&P Terkait Rasio Bunga Utang Pemerintah Indonesia

155
×

Purbaya Soroti Peringatan S&P Terkait Rasio Bunga Utang Pemerintah Indonesia

Sebarkan artikel ini

WASHINGTON DC – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings, memberikan peringatan terkait rasio utang pemerintah Indonesia. Peringatan tersebut disampaikan dalam pertemuan keduanya di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (14/4/2026).

Purbaya menjelaskan, S&P menyoroti tingkat rasio pembayaran bunga utang pemerintah terhadap pendapatan negara yang kini telah melampaui batas aman. “Mereka memberi *warning* dan mendiskusikan lebih dalam bahwa rasio pembayaran bunga dibanding pendapatan negara sudah di atas 15 persen,” ujar Purbaya dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).

Secara teknis, standar ideal rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan negara adalah di bawah 15 persen. Data menunjukkan, dengan proyeksi pembayaran bunga utang tahun ini sebesar Rp599,5 triliun dari target pendapatan negara Rp3.153,9 triliun, rasio tersebut telah menyentuh angka 19 persen. Artinya, hampir seperlima pendapatan negara terserap hanya untuk membayar bunga utang, belum termasuk pembayaran utang pokok.

Beban fiskal ini diprediksi kian menantang karena pemerintah berencana menarik utang baru sebesar Rp832,2 triliun pada tahun ini, naik dibandingkan target tahun lalu yang mencapai Rp775,9 triliun.

Menanggapi sorotan tersebut, Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengawasi kondisi fiskal guna menjaga stabilitas ekonomi. “Saya sampaikan bahwa kami akan terus memonitor kondisi ini untuk memastikan keadaan ekonomi tetap terjaga dan fiskal tidak memburuk dari sisi pembayaran bunga utang,” tegasnya.

Sebelumnya, S&P sempat memberikan catatan bahwa peringkat utang Indonesia rentan terhadap tekanan indikator fiskal dan eksternal akibat eskalasi geopolitik global. Posisi kredit Indonesia dinilai lebih rentan dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Meskipun memberikan peringatan, Purbaya memastikan S&P akan tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan *outlook* stabil. Rencananya, tim S&P akan berkunjung ke Indonesia pada Juni 2026 mendatang untuk melakukan penilaian mendalam sebelum merilis pembaruan peringkat kredit negara (*sovereign credit rating*) pada Juli 2026.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) bakal membagikan dividen tunai tahun buku 2025 senilai total Rp 4,07 triliun kepada para pemegang saham. Keputusan tersebut merujuk hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang digelar pada Jumat (17/4/2026) lalu. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Minggu (19/4/2026), manajemen CIMB Niaga menyebut nilai dividen yang dibagikan maksimal setara 60%…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerikat Serikat (AS) melemah pada Jumat (17/4/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 0,29% secara harian ke Rp 17.189 per dolar AS. Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,27% secara harian ke Rp 17.189 per dolar AS. Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah kembali melemah cukup besar dan mencatatkan rekor paling lemah sepanjang sejarah….

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan Senin (20/4/2026), di tengah sentimen global yang masih dibayangi ketegangan geopolitik. Pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026), IHSG ditutup menguat 0,17% ke level 7.634,00. Penguatan ini ditopang oleh antisipasi aksi korporasi emiten serta koreksi harga minyak mentah. Head of Retail Research MNC Sekuritas…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Kinerja emiten batubara tercatat menurun pada tahun 2025 yang salah satunya disebabkan oleh berkurangnya harga jual rata-rata atau average selling price (ASP). Sejumlah faktor seperti pemangkasan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB), harga batubara hingga sentimen geopolitik menjadi faktor penentu kinerja emiten batubara ke depan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa volume produksi…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga Bitcoin sempat menguat menembus level US$ 75.000 setelah adanya kabar kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon pada Jumat (17/4/2026) dinihari. Sentimen positif dari meredanya tensi geopolitik ini mendorong minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto. Berdasarkan data pasar, pada Minggu (19/4/2026) pukul 07.55 WIB, harga Bitcoin tercatat di level US$ 75.693 atau naik 3,62%…