Tutup
Regulasi

Purbaya Yudhi Sadewa Lantik Dirjen Stabilitas Keuangan yang Baru

112
×

Purbaya Yudhi Sadewa Lantik Dirjen Stabilitas Keuangan yang Baru

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menunjuk Herman Saheruddin sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK). Herman diproyeksikan menggantikan Masyita Crystallin yang kini berpindah tugas ke Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Purbaya mengungkapkan, pengangkatan definitif Herman kini hanya tinggal menunggu proses administrasi surat resmi. Sebelumnya, Herman telah mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Dirjen SPSK sejak 27 Maret 2026.

“Calon pejabat barunya memang dia (Herman), tinggal menunggu proses suratnya saja,” ujar Purbaya seusai menghadiri agenda PT SMI di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Sebelum dipercaya mengisi posisi strategis di Kementerian Keuangan, Herman memiliki rekam jejak profesional yang panjang. Ia telah berkarier di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 2010 dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Program Restrukturisasi Perbankan dan Hubungan Lembaga.

Sementara itu, Masyita Crystallin telah mengakhiri masa tugasnya di Kementerian Keuangan. Ia resmi bergabung dengan PT Danantara Investment Management (DIM) sebagai Head of Economic & ESG Strategic Positioning sejak 11 Februari 2026.

Kementerian Keuangan dalam keterangan resminya menyatakan bahwa rotasi ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat sinergi kebijakan dan investasi. Hal ini bertujuan mempercepat agenda pendalaman sektor keuangan nasional.

PT Danantara Investment Management (DIM) sendiri merupakan entitas pengelola investasi di bawah naungan BPI Danantara yang fokus mengoptimalkan aset strategis milik negara dan BUMN.

Pihak Kementerian Keuangan menegaskan bahwa seluruh proses transisi jabatan ini dilakukan secara tertib. Kebijakan tersebut menjadi komitmen pemerintah dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan serta menerapkan prinsip *good governance* guna menjaga stabilitas sektor keuangan Indonesia.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com – JAKARTA. Keberadaan lebih dari satu bursa kripto di Indonesia dinilai berawal dari perbedaan model pembentukan pasar. Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Pandu Sjahrir menjelaskan, sejak awal ekosistem kripto di Indonesia berkembang dari pendekatan berbasis sektor swasta atau private sector, berbeda dengan pasar saham. Sebagai perbandingan, pasar saham Indonesia yang sempat memiliki dua bursa, yakni Bursa Efek Jakarta…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (21/4/2026), memperpanjang tren pelemahan sejak awal pekan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG terkoreksi 0,46% ke level 7.559,38. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak melemah dengan menyentuh level terendah 7.511 dan sempat berada di posisi tertinggi 7.568. Baca Juga: SumbarSumbarbisnis.com Sell Rp 1,49 Triliun…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Prospek Bitcoin kian menguat di tengah kondisi konflik geopolitik global, dengan harga yang tetap bertahan di atas level krusial US$ 75.000. Pasar investasi global kembali berada di persimpangan kritis. Masa gencatan senjata antara AS dan Iran akan berakhir Rabu malam waktu Washington, dan peluang perpanjangannya sangat tipis. AS menyita kapal kargo Iran akhir pekan lalu dan terjadi insiden penembakan di Selat Hormuz,…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan rencana penghapusan dua saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akibat tingginya konsentrasi kepemilikan atau high shareholding concentration (HSC). Lalu, bagaimana sebaiknya investor ritel merespons sentimen ini: jual atau tahan? Pengumuman MSCI tersebut langsung mengguncang pasar saham. Dua emiten yang terdampak adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian…