Regulasi

Purbaya Yudhi Sadewa Lantik Dirjen Stabilitas Keuangan yang Baru

232
×

Purbaya Yudhi Sadewa Lantik Dirjen Stabilitas Keuangan yang Baru

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menunjuk Herman Saheruddin sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK). Herman diproyeksikan menggantikan Masyita Crystallin yang kini berpindah tugas ke Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Purbaya mengungkapkan, pengangkatan definitif Herman kini hanya tinggal menunggu proses administrasi surat resmi. Sebelumnya, Herman telah mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Dirjen SPSK sejak 27 Maret 2026.

“Calon pejabat barunya memang dia (Herman), tinggal menunggu proses suratnya saja,” ujar Purbaya seusai menghadiri agenda PT SMI di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Sebelum dipercaya mengisi posisi strategis di Kementerian Keuangan, Herman memiliki rekam jejak profesional yang panjang. Ia telah berkarier di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 2010 dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Program Restrukturisasi Perbankan dan Hubungan Lembaga.

Sementara itu, Masyita Crystallin telah mengakhiri masa tugasnya di Kementerian Keuangan. Ia resmi bergabung dengan PT Danantara Investment Management (DIM) sebagai Head of Economic & ESG Strategic Positioning sejak 11 Februari 2026.

Kementerian Keuangan dalam keterangan resminya menyatakan bahwa rotasi ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat sinergi kebijakan dan investasi. Hal ini bertujuan mempercepat agenda pendalaman sektor keuangan nasional.

PT Danantara Investment Management (DIM) sendiri merupakan entitas pengelola investasi di bawah naungan BPI Danantara yang fokus mengoptimalkan aset strategis milik negara dan BUMN.

Pihak Kementerian Keuangan menegaskan bahwa seluruh proses transisi jabatan ini dilakukan secara tertib. Kebijakan tersebut menjadi komitmen pemerintah dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan serta menerapkan prinsip *good governance* guna menjaga stabilitas sektor keuangan Indonesia.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Tekanan di pasar keuangan domestik masih membayangi kinerja industri reksadana. Di tengah pelemahan pasar saham dan meningkatnya volatilitas nilai tukar rupiah, manajer investasi memilih memperkuat kualitas portofolio melalui seleksi emiten berbasis fundamental guna menjaga kinerja reksadana saham hingga kuartal III 2026. Baca Juga: Rupiah Masih Rentan, Berisiko Tembus Rp 19.000 per Dolar AS di Akhir Juni 2026 Berdasarkan…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Emiten infrastruktur telekomunikasi yang terafiliasi Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mampu membukukan pertumbuhan kinerja keuangan di periode Januari–Maret 2026. Melansir laporan keuangan per 31 Maret 2026, TOWR membukukan pendapatan sebesar Rp 3,55 triliun. Ini tumbuh 10,82% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 3,20 triliun. Rinciannya pendapatan dari pendapatan sewa berkontribusi sebesar Rp 2,87…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Pasar keuangan domestik saat ini masih menghadapi tekanan yang cukup besar. Di pasar saham, misalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah merosot sekitar 35,3% sejak awal tahun 2026 ke level 5.594,76. Tekanan juga terjadi di pasar keuangan secara lebih luas seiring pelemahan nilai tukar rupiah yang kini berada di kisaran Rp 18.000 per dolar AS. Dalam situasi yang penuh tantangan seperti saat ini, investor tampaknya…