Tutup
EnergiTeknologi

Ramadan Mengubah Tidur, Emosi Mudah Tersulut?

148
×

Ramadan Mengubah Tidur, Emosi Mudah Tersulut?

Sebarkan artikel ini
menguak-fakta-ilmiah-emosi-‘senggol-bacok’
Menguak Fakta Ilmiah Emosi ‘Senggol Bacok’

Jakarta – hari Tidur Sedunia yang bertepatan dengan bulan Ramadan menjadi momentum untuk menyoroti pentingnya kualitas istirahat.

Bulan puasa seringkali diisi dengan ibadah dan harapan menurunkan berat badan. Namun, tak jarang emosi menjadi labil dan tubuh terasa lemas meski sudah makan banyak saat sahur atau berbuka.

Banyak yang mengira lemas dan mudah marah saat puasa hanya karena lapar dan haus. Padahal, kekacauan jam biologis tubuh bisa jadi penyebab utamanya.

Sleep Coach Vishal Dasani menjelaskan tantangan tubuh selama Ramadan bukan hanya durasi tidur yang berkurang karena sahur.

Perubahan waktu makan yang memaksa tubuh mencerna saat seharusnya beristirahat juga berpengaruh. Kondisi ini disebut circadian misalignment.

“Tantangan terbesar saat Ramadan bukan pada menahan lapar, tapi pada manajemen tidur,” ujar Vishal.

data menunjukkan proporsi tidur REM (Rapid Eye Movement) bisa anjlok drastis dari normalnya 24% menjadi hanya 10% atau kurang selama bulan puasa.

Fase REM krusial untuk regulasi emosi dan pemrosesan mental. Ketika fase ini berkurang drastis, performa kerja menurun, sulit berpikir jernih serta kritis, dan secara psikologis kita jadi lebih mudah tersulut emosi.

Banyak orang terjebak dalam pola pikir “cadangan energi”, dengan mengonsumsi karbohidrat berlebih saat sahur.Padahal, konsumsi karbohidrat olahan dalam jumlah besar justru menjadi bumerang.

Berikut tips praktis agar tetap bugar selama Ramadan:

  1. Prioritaskan Kualitas Tidur: Gunakan watch face terbaru dan fitur Sleep Monitoring untuk memastikan Anda mendapatkan Deep sleep pasca-Tarawih. Coba lakukan power nap (tidur siang 20 menit) untuk menebus ketertinggalan tidur.
  1. Nutrisi Cerdas: Perbanyak protein dan serat saat sahur untuk menjaga Body Battery awet seharian,serta hindari gula berlebih. Disarankan untuk konsumsi elektrolit atau air kelapa murni ketika sahur untuk menjaga hidrasi tubuh.
  1. Tetap berolahraga: Sebaiknya olahraga dilakukan 1 sampai 2 jam menjelang berbuka dengan intensitas yang disesuaikan. Jangan memforsir badan untuk mengejar PB jika kondisi tubuh kurang fit.