JAKARTA – Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali tertekan pada perdagangan Kamis (28/5/2026) siang. Hingga pukul 12.07 WIB, rupiah melemah 0,42% ke level Rp 17.876 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan hari sebelumnya di posisi Rp 17.801 per dolar AS.
Kondisi serupa dialami oleh mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga lesu di hadapan dolar AS. Won Korea mencatatkan koreksi terdalam sebesar 0,49%, diikuti oleh rupiah yang terkoreksi 0,42%.
Selain itu, ringgit Malaysia melemah 0,35%, baht Thailand turun 0,25%, serta dolar Singapura terdepresiasi 0,21%. Tekanan juga dirasakan oleh peso Filipina sebesar 0,19%, yuan China sebesar 0,09%, dan rupee India sebesar 0,01%.
Di tengah pelemahan mayoritas mata uang Asia, hanya dolar Hong Kong dan dolar Taiwan yang mampu menguat, dengan kenaikan masing-masing sebesar 0,04% dan 0,01%.
Sentimen global terhadap mata uang AS tampak menguat, tercermin dari indeks dolar yang berada di level 99,49. Angka ini naik dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di level 99,20. Indeks tersebut merupakan tolok ukur nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya.







