Jasa KeuanganPerbankan

RUPS Bank Nagari Tetapkan 4 Direksi Terpilih 2024-2028

×

RUPS Bank Nagari Tetapkan 4 Direksi Terpilih 2024-2028

Sebarkan artikel ini

Padang – Pemegang saham akhirnya menetapkan empat Direksi Bank Nagari periode 2024-2028 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Nagari Selasa (25/6/2024).

Gusti Candra didapuk menjadi Direktur Utama Bank Nagari, walaupun sebelumnya telah ditetapkan sebagai Direktur Kredit dan Syariah 2024-2028.

Kemudian, ada nama Roni Edrian sebagai Direktur Keuangan, Zilfa Efrizon sebagai Direktur Operasional dan Sukardi sebagai Direktur Kepatuhan.

Sebelumnya Roni Edrian adalah Kepala Cabang Utama Bank Nagari, Zilfa Efrizon adalah Kepala Divis Sekretaris Perusahan, dan Sukardi adalah Kepala Divisi Audit Internal Bank Nagari.

Satu posisi saat ini masih lowong adalah jabatan Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari.

Beredar kabar calon terkuat untuk posisi adalah Kepala Divisi Usaha Syariah Bank Nagari Hendra Faizal dan Kepala Divisi Kredit dan Mikro Banking Bank Nagari Hafid Dauli.

Namun, hingga berita ini diturunkan belum diketahui, sosok yang diajukan untuk posisi tersebut.

Sebelumnya, Sebelumnya, RUPS Bank Nagari pada 6 Februari 2024 lalu, pemegang saham hanya menetapkan Gusti Candra sebagai Direktur Kredit dan Syariah 2024-2028. Sedangkan posisi lainnya diperebutkan oleh 10 orang yang lolos seleksi.

Tidak hanya itu, pemegang saham juga menetapkan Gusti Candra sebagai Pjs Direktur Utama, merangkap Direktur Keuangan dan Direktur Operasional sampai Direksi baru terpilih.

Ke-10 orang itu adalah Dedi Indra, Gusti Candra, Hafid Dauli, Hardi Putra, Henri Budiman, Heri Fitrianto, Roni Edrian, Sania Putra, Sukardi, dan Zilfa Efrizon.

Baca Sumbar Bisnis lebih update via Google News, Klik Disini.

Jasa Keuangan

Bencana alam di Sumatera Barat berdampak pada kinerja Bank Nagari, menyebabkan terganggunya aktivitas ekonomi, penurunan kualitas debitur, dan kendala pengembalian angsuran. Bank Nagari menerapkan sejumlah strategi untuk meminimalisir dampak, termasuk pemberian KUR selektif dan restrukturisasi debitur non-KUR.