Tutup
Regulasi

Saham BREN dan DSSA Tertekan Usai Pengumuman Indeks MSCI Terbaru

93
×

Saham BREN dan DSSA Tertekan Usai Pengumuman Indeks MSCI Terbaru

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Harga saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) terkoreksi tajam dalam perdagangan intraday, Selasa (21/4). Penurunan ini terjadi pasca pengumuman terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait tinjauan indeks periode Mei 2026.

Hingga sesi perdagangan berlangsung, saham BREN merosot 7,95% ke level Rp 6.075 per lembar. Sementara itu, saham DSSA mencatatkan pelemahan lebih dalam sebesar 13,76% ke posisi Rp 2.820 per saham.

Aksi jual pada kedua saham tersebut dipicu oleh keputusan MSCI yang tetap mempertahankan pembatasan terhadap emiten asal Indonesia dalam tinjauan indeks Mei 2026. MSCI memutuskan tidak menambahkan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Index (MIM).

Selain itu, MSCI membekukan peningkatan inklusi investor asing serta membatasi jumlah saham Indonesia yang dapat masuk ke dalam indeks. Otoritas indeks global ini juga menahan migrasi saham antar segmen, termasuk perpindahan dari indeks kapitalisasi kecil ke indeks standar.

Dalam pengumuman resminya, MSCI menegaskan akan menghapus saham-saham yang teridentifikasi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC). MSCI juga berwenang menggunakan data pengungkapan pemegang saham di atas 1% untuk menyesuaikan estimasi *free float* emiten.

BREN dan DSSA sendiri masuk dalam daftar saham dengan HSC per 31 Maret 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), tingkat kepemilikan saham BREN oleh kelompok tertentu mencapai 97,31%, sementara DSSA berada di angka 95,71%.

Akibat penetapan kriteria tersebut, BREN dan DSSA resmi masuk dalam daftar saham yang akan didepak dari indeks MSCI Global Standard.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih belum mampu bangkit dari tekanan. Hingga penutupan perdagangan Senin (20/4/2026), harga BBCA hanya naik tipis 0,78% ke level Rp 6.475 per saham—masih jauh di bawah psikologis Rp 7.000. Sejak awal tahun, tekanan terhadap saham bank berkapitalisasi jumbo ini terbilang dalam. BBCA sudah terkoreksi 19,81% secara year to date (YtD) dan menjadi salah satu penekan utama Indeks Harga…

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini (21/4/2026), seiring meningkatnya kembali tensi geopolitik global. Pada Senin (20/4/2026), IHSG ditutup melemah 0,52% ke level 7.594,11. Indeks sempat menguat di awal sesi, namun berbalik melemah hingga akhir perdagangan. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan,…

Regulasi

Jakarta, IDN Times – PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (IDX: COCO) siap menerbitkan sebanyak-banyaknya 10,67 miliar saham baru melalui skema rights issue. Langkah strategis ini telah resmi mendapatkan restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Jumat (17/4). 1. Siapkan saham baru Rp100 per saham…