Tutup
Otomotif

Sistem Rem Stabil Berhasil Selamatkan 8.000 Nyawa di Jalan Raya

146
×

Sistem Rem Stabil Berhasil Selamatkan 8.000 Nyawa di Jalan Raya

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan dukungannya terhadap penerapan teknologi keselamatan kendaraan guna menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengguna sepeda motor di Indonesia. Inovasi teknologi dinilai krusial untuk memitigasi kesalahan manusia (human error) di jalan raya.

Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Yusuf Nugroho, mengatakan pemerintah berkomitmen mendorong kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi keselamatan. Kendati regulasi dasar telah tersedia, ia mengakui perlunya standar yang lebih konkret agar implementasinya di lapangan berjalan optimal.

“Pemerintah mendukung semua aspek teknologi yang mendukung keselamatan berkendara. Kami terus berupaya agar kerangka kebijakan saat ini bisa diturunkan menjadi standar teknis yang lebih konkret,” ujar Yusuf.

Data dari Pusat Pengujian, Pengukuran, Pelatihan, Observasi, dan Layanan Rekayasa Universitas Indonesia (POLAR UI) memperkuat urgensi ini. Studi tersebut menunjukkan bahwa penerapan sistem pengereman yang lebih stabil berpotensi menyelamatkan hingga 8.000 jiwa per tahun. Saat ini, beberapa negara di ASEAN dan India telah menetapkan standar keselamatan minimal tersebut, sementara Indonesia masih dalam tahap pengembangan.

Di sisi lain, Ketua Dewan Pengawas Road Safety Association (RSA) Indonesia, Rio Octaviano, menyoroti tingginya angka fatalitas di jalan raya. Setiap jam, tercatat dua hingga tiga orang meninggal dunia, di mana mayoritas korbannya adalah pengendara sepeda motor.

Rio menyebut kecelakaan sering terjadi justru saat kondisi jalan lurus, cuaca cerah, dan visibilitas baik. Hal ini membuktikan bahwa kecelakaan bukan sekadar kelalaian individu, melainkan cermin dari sistem keselamatan yang belum berjalan optimal. Ia mendorong pemerintah untuk mengadopsi pendekatan sistemik seperti di sektor penerbangan atau perkeretaapian.

“Di tingkat global, kecelakaan dianggap sebagai sesuatu yang bisa dicegah melalui sistem. Kita harus melihat penguatan teknologi kendaraan sebagai upaya melindungi pengguna jalan, bukan beban bagi masyarakat,” tegas Rio.

Praktisi keselamatan jalan dari ASEAN NCAP, Adrianto Sugiarto, menambahkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang terbesar angka kecelakaan sepeda motor di Asia Tenggara, dengan kontribusi mencapai 46 persen dari total insiden di kawasan tersebut.

Menurut Adrianto, mengubah perilaku pengendara membutuhkan waktu yang sangat panjang. Oleh karena itu, teknologi menjadi solusi paling relevan dan mendesak untuk menekan angka fatalitas korban di jalan raya setiap harinya.

Otomotif

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Astra International Tbk (ASII) menguasai hampir separuh total pangsa pasar otomotif nasional hingga akhir kuartal I-2026. Berdasarkan pada laporan penjualan mobil yang dirilis Jumat (10/4/2026), ASII mencatatkan penjualan sebanyak 101.613 unit sepanjang tiga bulan pertama 2026, atau setara dengan 49% dari total pasar otomotif domestik. Meski demikian, capaian tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang…