Tutup
News

Smart Surau Padang: ASN Terlibat, Masjid Hidup Sepanjang Tahun

352
×

Smart Surau Padang: ASN Terlibat, Masjid Hidup Sepanjang Tahun

Sebarkan artikel ini
smart-surau-di-padang-berjalan-penuh-pada-1-oktoberĀ 
Smart Surau di Padang Berjalan Penuh pada 1 OktoberĀ 

Padang – Pemerintah kota Padang terus mematangkan program Smart Surau yang ditargetkan berjalan penuh pada 1 Oktober 2025. Wakil Walikota Padang, Maigus Nasir, mengungkapkan program ini bertujuan memaksimalkan fungsi masjid dan musala sepanjang tahun.

Dalam rapat pematangan program di kediaman resminya, Kamis (14/8/2025), Maigus Nasir menjelaskan, “Kita ingin masjid hidup setiap hari, tidak ada perbedaan antara bulan puasa dan bulan biasa.Dengan Smart Surau, aktivitas akan berjalan terus-menerus, mendekati sempurna.”

Konsep utama smart Surau,lanjut Maigus,adalah mengintegrasikan pendidikan agama antara sekolah dan masjid. Anak-anak akan melaksanakan salat berjamaah enam waktu termasuk Shalat Dhuha,dengan pembagian dua waktu di masjid dan tiga waktu di sekolah.

Program ini akan diawali dengan subuh Mubarokah di pagi hari, dilanjutkan sarapan di rumah sebelum berangkat sekolah. Kemudian, sore hingga malam hari, anak-anak kembali ke masjid untuk melaksanakan Magrib dan Isya berjamaah.

Selain itu, program ini juga menggabungkan salat subuh berjamaah, Subuh Jumat, dan Didikan Subuh pada Minggu pagi untuk anak-anak TPQ. Setiap masjid akan memiliki variasi kegiatan yang disesuaikan dengan karakter jamaahnya masing-masing.

Maigus menjelaskan, siswa yang diwajibkan berjamaah subuh di masjid adalah kelas 4-6 SD, SMP, dan SMA. “Kita membangkitkan potensi anak-anak ini, supaya setiap masjid punya kekhasan,” ujarnya.

Untuk mendukung program ini, sekitar 15 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Padang akan dilibatkan secara langsung, dengan tanggung jawab mengasuh satu rumah ibadah. Keaktifan ASN dalam program ini akan menjadi salah satu indikator penilaian jabatan.

satgas Smart Surau akan dibentuk mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan, hingga masjid dan musala. Maigus menegaskan, “Program ini adalah gerakan bersama, bukan sekadar proyek. ASN,masyarakat,dan sekolah akan bergerak dalam satu irama.” Pembentukan satgas dimulai Agustus dan sosialisasi kepada masyarakat pada awal September.