News

Tanah Datar Bangun Akses, Normalisasi Sungai Terus Berjalan

379
×

Tanah Datar Bangun Akses, Normalisasi Sungai Terus Berjalan

Sebarkan artikel ini
pemkab-tanah-datar-fokuskan-pembukaan-akses-dan-normalisasi-sungai
Pemkab Tanah Datar Fokuskan Pembukaan Akses dan Normalisasi Sungai

Tanah Datar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus berupaya mempercepat pembukaan akses jalan di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan. Akses jalan ini terputus akibat banjir bandang.

Jalan provinsi ini merupakan jalur utama menuju beberapa nagari yang terdampak parah.

Bupati Tanah Datar,Eka Putra,menjelaskan fokus utama saat ini adalah pengalihan arus sungai yang menghantam badan jalan.

Penimbunan jalur yang rusak juga dilakukan dengan menggunakan alat berat.

“Ini penting agar akses cepat terbuka,sehingga bantuan bisa lebih mudah disalurkan,” ujar Bupati Eka Putra saat meninjau lokasi di Nagari Sumpur,Kamis (4/12/2025).

Pembukaan akses jalan juga akan mempermudah masuknya alat berat ke titik-titik terdampak untuk pemulihan pasca-banjir bandang.

Jalan provinsi di Nagari Sumpur merupakan jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Tanah Datar dengan Kabupaten Solok.

Terputusnya jalur ini berdampak signifikan pada mobilitas warga,distribusi logistik,dan akses layanan lainnya.

Pemkab Tanah Datar membutuhkan tambahan alat berat untuk mempercepat perbaikan jalan, pembersihan material, dan normalisasi sungai.

Menurut data dari Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas PUPR Tanah Datar, terdapat 14 titik sungai yang mengalami kerusakan dan memerlukan normalisasi dengan pemasangan tanggul batu beronjong.

Pembersihan material di rumah warga dilakukan secara manual oleh TNI bersama warga.

“Untuk sisa material di rumah warga, saat ini telah dikerjakan secara manual oleh anggota TNI, relawan, dan masyarakat,” kata Bupati.

Wali nagari Sumpur, Fernando, menyampaikan bahwa kawasan Batang Sumpur sangat membutuhkan dukungan dari Pemerintah Provinsi maupun pusat.

Dukungan tersebut terutama untuk pemulihan akses jalan provinsi yang terputus dan normalisasi sungai.

“Di sekitar Batang Sumpur ini banyak sekali lahan pertanian dan permukiman warga,” ujarnya.

Ia berharap akses segera pulih karena aktivitas masyarakat sangat bergantung pada jalur ini.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 12 rumah dilaporkan hanyut, 13 rumah rusak berat, dan 23 rumah berada di zona merah dengan risiko tinggi.