Tutup
BisnisPerbankanStartupTeknologi

Tokopedia Berubah? TikTok Shop Dikabarkan Akan Menggantikan

269
×

Tokopedia Berubah? TikTok Shop Dikabarkan Akan Menggantikan

Sebarkan artikel ini
benarkah-tokopedia-bakal-tutup-dan-diganti-tiktok-shop?
Benarkah Tokopedia Bakal Tutup dan Diganti TikTok Shop?

Jakarta – Kabar mengejutkan beredar di media sosial. Tokopedia dikabarkan akan tutup dan digantikan oleh TikTok Shop.

Informasi ini pertama kali mencuat dari akun @ecommurz di platform X, yang dikenal sering membagikan informasi seputar startup.

“Words from friends in Tokopedia, they going to kill Tokopedia app and TikTok Shop will have their own separated app,” tulis akun tersebut, Kamis (29/1).

Menanggapi isu ini,juru bicara TikTok menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia.

“Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia sebagai bagian dari strategi kami untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi yang berkelanjutan,” ujar juru bicara TikTok, Jumat (30/1), seperti dikutip dari CNBCIndonesia.

Kabar ini muncul hanya seminggu setelah TikTok mengganti Melissa Sisa Juminto dari posisi CEO Tokopedia menjadi komisaris.

Melissa sendiri telah memimpin tokopedia sejak didirikan oleh William Tanuwijaya, yang kini menjadi bagian dari GoTo.

GoTo diketahui menjual 75 persen saham Tokopedia ke ByteDance, induk usaha TikTok, pada Januari 2024.

Informasi lain menyebutkan bahwa sejak akuisisi, sekitar 420 karyawan Tokopedia telah terkena PHK hingga Agustus 2025.

Pada Agustus lalu, sebanyak 240 pekerja dirumahkan, setelah sebelumnya perusahaan mengurangi 180 karyawan pada Juli.

pemangkasan tenaga kerja ini disebut-sebut mencakup berbagai divisi, mulai dari IT, customer care, hingga tim fulfillment dan gudang.

TikTok juga sempat diterpa isu pemberian insentif khusus berupa subsidi iklan hingga 30 persen bagi pedagang China yang berjualan di TikTok Shop. Namun, insentif serupa dikabarkan tidak diberikan kepada pedagang Indonesia.

Menurut data Sensor Tower,Tokopedia saat ini menduduki peringkat ketiga sebagai aplikasi retail dengan jumlah unduhan terbanyak di Indonesia.

Sementara TikTok,yang dikategorikan sebagai aplikasi media sosial,masih menjadi aplikasi dengan jumlah unduhan paling banyak di Tanah Air.

meskipun dikategorikan sebagai aplikasi media sosial, TikTok mencatatkan nilai transaksi paling besar di Indonesia. Berdasarkan pendapatan, TikTok diikuti oleh Google One, Vidio, Facebook, dan Capcut.