Sekuritas

Trimegah Luncurkan Trima+, Kini Bisa Beli Obligasi IPO Secara Online

10
×

Trimegah Luncurkan Trima+, Kini Bisa Beli Obligasi IPO Secara Online

Sebarkan artikel ini
Tampilan antarmuka aplikasi investasi digital Trima+ milik PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk resmi meluncurkan pembaruan aplikasi investasi digital Trima+.

JAKARTA – PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) resmi meluncurkan pembaruan aplikasi investasi digital Trima+ pada Selasa (28/7/2026). Inovasi ini menghadirkan platform investasi terpadu yang memungkinkan investor mengakses saham, reksa dana, dan obligasi dalam satu aplikasi.

Langkah strategis ini diambil seiring dengan meningkatnya kebutuhan investor ritel terhadap fleksibilitas dan kelengkapan instrumen investasi. Trima+ kini diposisikan sebagai platform investasi “all-in-one” guna mendukung setiap tahapan perjalanan investasi nasabah.

Direktur PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, Anung Rony Hascaryo, menyatakan bahwa pengembangan aplikasi ini bertujuan menyederhanakan pengalaman investasi. Investor tidak lagi hanya membutuhkan kemudahan transaksi, tetapi juga akses data yang komprehensif untuk pengambilan keputusan.

Salah satu fitur unggulan dalam pembaruan ini adalah akses transaksi obligasi korporasi dan Surat Berharga Negara (SBN). Trimegah menjadi perusahaan sekuritas pertama di Indonesia yang menyediakan layanan pembelian IPO obligasi korporasi secara daring.

Selain pasar perdana, Trima+ juga memfasilitasi transaksi obligasi di pasar sekunder dengan mekanisme bid and offer. Melalui fitur ini, investor memiliki fleksibilitas untuk menentukan harga beli atau jual sesuai dengan target yield dan strategi investasi masing-masing.

Pengembangan fitur obligasi ini dilatari oleh masih rendahnya partisipasi investor di instrumen pendapatan tetap. Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Juni 2026 mencatat jumlah investor pasar modal telah mencapai 28,9 juta orang.

Namun, proporsi investor yang terjun ke instrumen obligasi baru berada di angka 5,32%. Hal ini menunjukkan potensi besar bagi Trimegah untuk menggarap pasar pendapatan tetap di Indonesia.

Sebagai catatan, Trimegah memiliki rekam jejak kuat sebagai Primary Dealer dan mitra distribusi SBN. Pada tahun 2025, nilai transaksi SBN melalui perusahaan tercatat mencapai Rp 1,2 triliun.

Selain obligasi, Trima+ kini dilengkapi dengan fitur pemantauan alokasi portofolio yang lebih intuitif. Investor dapat melihat performa portofolio mereka secara langsung dibandingkan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Halaman detail saham pun telah diperbarui dengan data fundamental dan teknis yang lebih mendalam. Tersedia pula fitur edukasi seperti Trima+ Highlights, Trima+ Ideas, dan Trima+ Picks untuk membantu investor menavigasi dinamika pasar.

Pembaruan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal di Indonesia. Trimegah berkomitmen untuk terus berinovasi guna memberikan akses yang setara bagi seluruh lapisan investor.

Inisiatif ini sejalan dengan tren industri keuangan digital yang kian kompetitif. Kehadiran platform terintegrasi menjadi kunci utama dalam menarik minat investor ritel yang semakin cerdas dalam mengelola aset.