Tutup
Teknologi

TSS Dongkrak Hasil Panen Bawang Merah Petani

87
×

TSS Dongkrak Hasil Panen Bawang Merah Petani

Sebarkan artikel ini
teknologi-baru-bikin-panen-bawang-merah
Teknologi Baru bikin Panen Bawang Merah

Jakarta – Komoditas bawang merah menjadi salah satu kebutuhan pokok rumah tangga sekaligus bahan utama dalam berbagai masakan nusantara. Rata-rata konsumsi bawang merah masyarakat Indonesia mencapai sekitar 2,8 hingga 3 kilogram per kapita per tahun, namun tingginya kebutuhan itu belum sepenuhnya diimbangi produktivitas petani.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata produktivitas bawang merah nasional masih berada di kisaran 9-10 ton per hektare. Angka tersebut tergolong rendah jika dibandingkan dengan potensi hasil yang dapat dicapai melalui penerapan teknologi dan benih unggul.

Kesenjangan antara kebutuhan dan produktivitas itu membuka ruang bagi inovasi budidaya bawang merah dari biji atau True Shallot seed (TSS) untuk berperan lebih besar dalam meningkatkan hasil panen sekaligus kesejahteraan petani.

Teknologi TSS,khususnya benih bawang merah merdeka F1,terbukti mampu memberikan potensi hasil panen mencapai 14-18 ton per hektare. Capaian itu meningkat sekitar 40 hingga 80 persen dibandingkan metode konvensional.

Selain itu,penggunaan TSS juga mampu menekan biaya bibit hingga 30-50 persen. Efisiensi ini memberi ruang keuntungan yang lebih besar bagi petani, sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat tingginya biaya awal produksi.

Managing Director PT East West seed Indonesia (Ewindo), Glenn Pardede, mengatakan inovasi merupakan kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia. Menurut dia, tantangan pertanian ke depan tidak bisa lagi dihadapi dengan cara-cara lama.

“Inovasi adalah hal yang sangat penting bagi petani. Tanpa inovasi,produktivitas akan stagnan,sementara tantangan terus meningkat,” ujarnya,Minggu,19 April 2026.

Sebagai perusahaan benih sayuran unggul yang telah berdiri lebih dari 35 tahun di Indonesia, Ewindo terus mendorong pengembangan teknologi pertanian, termasuk melalui TSS. Glenn mengatakan kehadiran benih unggul seperti merdeka F1 bukan hanya untuk meningkatkan hasil, tetapi juga memastikan keberlanjutan usaha tani.

“Kami ingin petani tidak hanya panen lebih banyak,tetapi juga lebih efisien dan berdaya saing. TSS adalah salah satu inovasi yang kami dorong untuk mencapai tujuan tersebut,” tutur dia.

Di lapangan,dampak inovasi ini mulai terasa. Siapa sangka, keputusan meninggalkan zona nyaman sebagai pegawai negeri sipil (PNS) justru menjadi titik balik kehidupan Tono Suwarna.