Tutup
News

UNP dan Pemkab Pasaman Jalin Kerjasama Terjunkan Mahasiswa Prodi Pendidikan Non Formal ke Masyarakat

249
×

UNP dan Pemkab Pasaman Jalin Kerjasama Terjunkan Mahasiswa Prodi Pendidikan Non Formal ke Masyarakat

Sebarkan artikel ini
unp-resmi-buka-3-prodi-baru,-ada-kedokteran-hewan
UNP Resmi Buka 3 Prodi Baru, Ada Kedokteran Hewan

Pasaman – Universitas Negeri Padang (UNP) memperluas kontribusinya kepada masyarakat melalui kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Pasaman. Pada hari Jumat (13/6/2025), Program Studi Pendidikan Non Formal (PNF) dari Fakultas Ilmu Pendidikan UNP secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pemerintah daerah.

Inisiatif ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi perubahan nama program studi dari Pendidikan Luar Sekolah menjadi Pendidikan Non Formal, yang disesuaikan dengan nomenklatur nasional dari Kemristekdikti.

Kerja sama ini diimplementasikan melalui penandatanganan Implementation Agreement (IA) dengan empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Pasaman, yaitu Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Sosial, serta Dinas Koperasi, Perdagangan, Ketenagakerjaan, dan Urusan Umum.

Sebagai bagian dari implementasi program,UNP menempatkan 82 mahasiswa Kuliah kerja Lapangan (KKL) di 13 nagari yang tersebar di Kabupaten Pasaman. para mahasiswa akan fokus pada tema “Pengembangan Literasi Digital dalam Pemberdayaan Masyarakat” selama masa penugasan.

Menurut Kepala Departemen PNF UNP, Ismaniar, kegiatan ini merupakan implementasi awal kerja sama yang tidak hanya bersifat formalitas, tetapi juga menyentuh langsung masyarakat. “Kami berharap sinergi ini menjadi model kolaborasi antara pendidikan tinggi dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Bupati Pasaman, Welly Suhery, menyambut baik program kerja sama ini dan menyatakan dukungan penuh.”Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan UNP kepada kabupaten pasaman,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa literasi digital yang dibawa oleh mahasiswa diharapkan dapat memberikan dampak positif dan memperkuat kapasitas masyarakat.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh 15 dosen pendamping dari UNP, termasuk Ketua Program Studi S1 dan S2 PNF, Kepala Laboratorium PNF, tiga profesor, serta sejumlah dosen pembimbing. Penyerahan mahasiswa secara simbolis dilakukan kepada para camat dan wali nagari yang akan bertindak sebagai pamong lapangan selama kegiatan berlangsung.

Perubahan nama program studi menjadi Pendidikan Non Formal dijelaskan sebagai upaya penyesuaian dengan dinamika sosial dan kebutuhan zaman, tanpa menghilangkan esensi pengabdian kepada masyarakat. Salah satu dosen pendamping menyampaikan, “Kami ingin filosofi pendidikan nonformal tidak hanya menjadi teori di kampus, tetapi nyata dalam praktik. Kerja sama ini adalah langkah konkret menuju tujuan tersebut.”

Melalui kolaborasi ini, UNP menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat berbasis lokal melalui pendekatan pendidikan nonformal yang adaptif dan transformatif.