NEW YORK – Bursa saham Wall Street terkoreksi dari rekor tertinggi pada perdagangan Kamis (28/5/2026). Sentimen pasar tertekan oleh eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang memupus harapan akan kesepakatan damai dalam waktu dekat.
Hingga pukul 21.15 WIB, indeks Dow Jones Industrial Average terpantau melemah 110,97 poin atau 0,22% ke level 50.533,31. Sementara itu, indeks S&P 500 bergerak stagnan dengan kenaikan tipis 0,02% ke 7.521,68, dan indeks Nasdaq Composite turun 0,02% menjadi 26.667,93.
Sebanyak enam dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500 berada di zona merah, dengan sektor industri mencatat penurunan terdalam sebesar 1,1%.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah Teheran menargetkan pangkalan udara AS sebagai balasan atas serangan Washington. Aksi militer ini terjadi tak lama setelah Presiden Donald Trump menepis laporan mengenai kemungkinan adanya kesepakatan kompromi dengan Iran.
Dampak konflik ini memicu lonjakan harga minyak mentah hampir 3% akibat penutupan Selat Hormuz. Hal ini turut meningkatkan kekhawatiran inflasi, yang pada April lalu tercatat mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir akibat mahalnya harga energi.
Ahli strategi investasi global di Edward Jones, Angelo Kourkafas, menilai bahwa data inflasi tersebut belum mengubah narasi pasar secara signifikan. “Sebagian besar fokus investor masih tertuju pada negosiasi Iran dan tren kecerdasan buatan (AI),” ujarnya.
Sentimen negatif di pasar terlihat dari penurunan saham Caterpillar sebesar 3% yang membebani indeks Dow Jones. Selain itu, kenaikan harga minyak menekan saham maskapai penerbangan seperti American Airlines, Jetblue, dan Southwest Airlines yang kompak turun antara 1,5% hingga 2,2%. Sektor barang konsumsi non-esensial juga melemah 0,7%.
Meskipun sedang terkoreksi, indeks S&P 500 tercatat masih berada di jalur kenaikan mingguan kesembilan berturut-turut, rekor terpanjang sejak Desember 2023. Optimisme pasar tetap terjaga berkat momentum pertumbuhan pendapatan di sektor teknologi, khususnya AI.
Saham Snowflake melonjak tajam sebesar 34% setelah perusahaan tersebut menaikkan proyeksi pendapatan tahunan dan mengumumkan kerja sama infrastruktur AI senilai US$6 miliar dengan Amazon Web Services. Pesaingnya, Datadog dan MongoDB, turut menguat masing-masing 1,1% dan 9,8%. Marvell Technology juga naik 2,2% setelah merilis proyeksi pendapatan yang melampaui ekspektasi.
Di sektor ritel, Dollar Tree melesat 16,8%, Best Buy naik 13,5%, dan Kohl’s menguat 18,5% setelah kinerja keuangan mereka melampaui prediksi analis.
Selain itu, saham perusahaan drone mencatatkan kenaikan signifikan di tengah kabar bahwa pemerintahan Trump berencana memberikan pendanaan pada sektor tersebut. Unusual Machines meroket 40,1%, sementara AeroVironment dan Kratos Defense & Security Solutions masing-masing naik 14,5% dan 12,7%.







