Tutup
Perbankan

Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan, Bidik Pasar Jepang

245
×

Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan, Bidik Pasar Jepang

Sebarkan artikel ini
pertamina-boyong-10-umkm-binaan-tembus-pasar-jepang,-hadir-di-world-expo-osaka-2025
Pertamina Boyong 10 UMKM Binaan Tembus Pasar Jepang, Hadir di World Expo Osaka 2025

Osaka – Produk madu unggulan asal Bali,Bali Honey,berpotensi merambah pasar Jepang setelah berhasil menarik perhatian para pembeli (buyer) dalam ajang World Expo Osaka 2025. Produk ini merupakan salah satu dari 10 UMKM binaan PT Pertamina (Persero) yang turut serta dalam pameran tersebut.

Pemilik Bali Honey, Ismail Marzuki, dalam dua hari pameran berhasil menarik minat tiga pembeli potensial asal Jepang. Salah satunya adalah Kiddo Food, importir asal Osaka, yang berencana mengembangkan madu Bali menjadi berbagai produk turunan. Produk tersebut seperti granola, es krim, permen, serta kue khas Jepang seperti dorayaki dan kasutera, dengan estimasi kebutuhan mencapai 30 ton per bulan atau setara hampir Rp30 miliar.

Selain Kiddo Food, seorang pengusaha Jepang bernama yamada San berencana mengunjungi Denpasar pada September 2025 untuk melihat langsung proses produksi Bali Honey. Yamada San berencana memesan 10 kubik madu dengan estimasi nilai mencapai Rp850 juta sebagai langkah awal kerja sama jangka panjang.

antusiasme juga datang dari diaspora Indonesia, Teguh Wahyudi, pemilik Sariraya Group yang mengelola sejumlah restoran, mini market, food court dan supermarket halal yang berkantor pusat di Nagoya, Jepang. Teguh menyatakan minat serius dengan estimasi kebutuhan mencapai 3 ton atau senilai Rp3 miliar per pengiriman. “Selama ini, saya telah mendatangkan berbagai produk khas Indonesia seperti tempe, kerupuk, dan makanan kering lainnya. melihat potensi Bali Honey, saya sangat tertarik,” ujarnya.

Sebelumnya, Bali Honey akan menjalani proses uji laboratorium oleh PMDA Jepang (Pharmaceuticals and Medical Devices Agency) sebagai syarat ekspor.Penandatanganan kontrak direncanakan akan dilakukan dalam kunjungan berikutnya ke Jepang, dengan target produk Bali Honey sudah tersedia di pasar Jepang pada Desember 2025.Vice President Corporate Dialog PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengatakan,keikutsertaan UMKM dalam World expo Osaka merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian nasional. “Kami bangga karena UMKM binaan Pertamina dapat tampil di panggung internasional,” katanya pada Jumat (27/6/2025).Fadjar menambahkan, hal ini bukan sekadar partisipasi dalam pameran, tetapi merupakan momentum nyata untuk membuka akses pasar global dan membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing, terutama jika didukung oleh prinsip keberlanjutan.

Pertamina menampilkan total 10 UMKM, memboyong produk dan pengusahanya ke Jepang. Partisipasi ini terbagi dalam dua periode yaitu pada 30 Juni-6 Juli 2025 dan 25-31 Agustus 2025.Pada periode pertama, empat UMKM andalan yaitu songket ilham Bahari, Kainnesia, Bali Honey, dan Made Tea. Sementara, pada periode kedua akan hadir Pertenunan Astini, Cap Bali, Kripik Tempe Kahla, Bananania, dara Baro, dan Apikmen.

Partisipasi ini juga selaras dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya dalam upaya meningkatkan perekonomian rakyat dari desa, menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, memperkuat kewirausahaan nasional, serta mengembangkan industri kreatif yang berdaya saing tinggi.

World Expo Osaka digelar dengan melibatkan 128 negara peserta dan dihadiri oleh lebih dari 31 ribu pengunjung setiap harinya. Indonesia menghadirkan Paviliun Indonesia dengan mengusung tema “Thriving in Harmony” yang mencerminkan strategi pembangunan berkelanjutan, yakni harmoni antara alam, budaya, dan pertumbuhan ekonomi.