Tutup
News

Menperin Minta Produsen Otomotif Jepang Jaga Harga, Hindari PHK

306
×

Menperin Minta Produsen Otomotif Jepang Jaga Harga, Hindari PHK

Sebarkan artikel ini
menperin-wanti-wanti-produsen-otomotif-jepang-tahan-harga-jual-dan-tidak-phk,-ini-alasannya
Menperin Wanti-wanti Produsen Otomotif Jepang Tahan Harga Jual dan Tidak PHK, Ini Alasannya

Jakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) agus Gumiwang Kartasasmita meminta komitmen dari tiga produsen otomotif asal Jepang, yakni Toyota, Suzuki, dan Daihatsu, untuk menjaga stabilitas industri otomotif nasional. Permintaan tersebut meliputi penahanan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan kenaikan harga jual kendaraan.

agus Gumiwang menyampaikan keprihatinannya terhadap potensi gejolak di industri otomotif nasional jika PHK dan kenaikan harga sampai terjadi. Hal itu disampaikannya saat menghadiri World Expo 2025 Osaka, Jepang.

“Maka dari itu saya secara khusus meminta agar tidak ada kenaikan harga mobil dan tidak ada PHK di Indonesia,” kata Agus dalam keterangannya, Minggu (13/7/2025).

Menurutnya, langkah ini krusial untuk menjaga daya beli masyarakat dan lapangan kerja di sektor otomotif. Menperin mengapresiasi respons positif dari para petinggi Toyota, Suzuki, dan Daihatsu yang memahami kekhawatiran pemerintah.

Agus melanjutkan, mereka berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga jual produk otomotif dan mempertahankan tenaga kerja di tengah tantangan global. “Komitmen mereka kami apresiasi. Ini adalah langkah konkret dalam mendukung stabilitas industri otomotif di Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menperin juga menyinggung pentingnya menjaga daya tarik dan daya saing pasar otomotif domestik. Pemerintah, kata dia, tengah mengupayakan deregulasi dan insentif fiskal untuk mendorong investasi di sektor ini.

Agus menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan prinsipal otomotif untuk memastikan keberlanjutan industri dan kesejahteraan tenaga kerja. Industri otomotif, dengan kontribusinya terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja, merupakan sektor strategis yang harus dijaga bersama.

“Pasar otomotif Indonesia sangat potensial. Jangan sampai kehilangan momentum hanya karena kenaikan harga atau pengurangan tenaga kerja yang bisa memicu efek domino,” tegasnya.

Data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menunjukkan industri kendaraan bermotor Indonesia memiliki skala besar. Sektor roda empat didukung 32 pabrikan dengan kapasitas produksi 2,35 juta unit per tahun, menyerap 69,39 ribu tenaga kerja, dan realisasi investasi Rp 143,91 triliun. Sementara sektor roda dua dan tiga didukung 73 pabrikan dengan kapasitas produksi 10,72 juta unit per tahun, menyerap 30,31 ribu tenaga kerja, dan realisasi investasi Rp 30,4 triliun.

Hingga Mei 2025, industri kendaraan roda empat mencatat produksi 459 ribu unit, penjualan 316 ribu unit, dan ekspor CBU 192 ribu unit.Pada periode yang sama, industri kendaraan roda dua dan tiga membukukan produksi 3,37 juta unit, penjualan 3,1 juta unit, serta ekspor CBU 268 ribu unit.